Cerita soal Bergabungnya Yusril Jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 06/11/2018, 17:21 WIB
Yusril Ihza Mahendra KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALYusril Ihza Mahendra
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan bergabungnya Yusril Ihza Mahendra sebagai pengacara calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, bukan tiba-tiba. Prosesnya sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu.

"Ini proses dialog bersama, sejak bulan September sebenarnya juga sudah dilakukan dialog tersebut. Dengan kesedian Prof Yusril Ihza Mahendra, tentu saja kami akan mensinergikan dengan tim hukum dari pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin ini," kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018).

Yusril bersedia menjadi pengacara pro bono alias tanpa diberi bayaran. Menurut Hasto, keputusan Yusril itu adalah wajar. Sebab Yusril memiliki kedekatan dengan beberapa tokoh-tokoh di kubu Jokowi-Ma'ruf, termasuk dengan Ma'ruf Amin sendiri.

"Prof Yusril secara emotional bounding memiliki kedekatan dengan Kiai Ma'ruf Amin, kemudian dengan Ibu Megawati Soekarnoputri hubungannya juga baik," ujar Hasto.

Baca juga: Djoko Santoso Nilai Sikap Yusril sebagai Bentuk Demokrasi

Begitu juga dengan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir. Hasto mengatakan keterlibatan Yusril untuk memperkuat Jokowi-Ma'ruf berasal dari ikatan-ikatan yang telah terbangun sejak dulu itu.

Hasto juga menyinggung rekam jejak Yusril yang pernah menjadi menteri dalam pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Hasto mengatakan, Yusril telah menunjukan kinerja yang baik ketika menjabat dahulu. Dia pun berharap kehadiran Yusril bisa menjadi energi positif bagi Jokowi-Ma'ruf.

"Tentu saja ini menjadi energi positif untuk menghadapi tidak hanya gugatan hukum tetapi juga komitmen bagi kami untuk dapat berkampanye dengan baik, tertib dan sesuai dengan aturan hukum," kata dia.

Baca juga: Maruf Amin: Yusril Sudah Lama Bilang Ingin Bergabung

Siap bela Jokowi-Ma'ruf

Adapun, Yusril mengaku tawaran menjadi pengacara Jokowi-Ma'ruf ini sudah datang sejak lama.

Namun, ia baru menjawab permintaan itu saat bertemu Erick Thohir di Hotel Mulia, Jakarta, Minggu (4/11/2018).

"Kami bincang-bincang dan Pak Erick menanyakan kepastian apakah saya bersedia menjadi lawyernya Pak Jokowi-Pak Kiyai Ma’ruf Amin dalam kedudukan beliau sebagai paslon Capres-cawapres," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/11/2018).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

Nasional
Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Nasional
Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Nasional
Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Nasional
Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Nasional
Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Nasional
Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X