Di Sisa Masa Jabatannya, Mendikbud Fokus Benahi Kualitas Guru - Kompas.com

Di Sisa Masa Jabatannya, Mendikbud Fokus Benahi Kualitas Guru

Kompas.com - 05/11/2018, 16:08 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan terakhir penanganan gempa Palu dan Donggala oleh pihak Kemendikbud (3/10/2018)Dok. Kompas.com Mendikbud Muhadjir Effendy memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan terakhir penanganan gempa Palu dan Donggala oleh pihak Kemendikbud (3/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Muhadjir Effendy fokus membenahi kualitas guru di sisa masa jabatannya.

Ia  juga berupaya untuk memenuhi hak dan kesejahteraan para guru dengan mendorong guru semakin berdaya sesuai dengan profesinya melalui sertifikasi guru.

“Terutama pertama tentang status guru, kedua profesionalisme nya yang kualitas-kualitas yang disyaratkan terpenuhi yaitu kualitas akademik dan kompetensi yang diwujudkan dengan sertifikasi,” tutur Muhadjir kepada Kompas.com, Senin (5/11/2018).

Mendikbud mengatakan, guru merupakan sosok utama yang menjadi teladan dalam pendidikan karakter di sekolah.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menuturkan, urgensi penguatan karakter semakin penting seiring dengan tantangan berat yang dihadapi bangsa di era revolusi 4.0.

“Isu yang mendasar masa depan Indonesia adalah penguatan karakter anak-anak ini tidak akan punya makna apa-apa walaupun dia memiliki keterampilan, kecakapan untuk bisa menyongsong era 4.0,” tutur Muhadjir.

Muhadjir menekankan, pentingnya pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia di masa mendatang.

Baca juga: Di Sisa Jabatannya, Mendikbud Matangkan Sistem Zonasi Percepat Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Menurut dia, afirmasi atau dukungan bantuan dari Pemerintah akan diutamakan bagi sekolah yang fasilitasnya kurang memadai dan berada di daerah tertinggal.

“Anggaran Pemerintah dari pusat, APBD, dana alokasi khusus harus difokuskan pada sekolah-sekolah yang tidak bagus (fasilitas) sekolahnya,” tutur Muhadjir.

“Guru yang selama ini unggul di sekolah favorit dimutasi pindah ke sekolah yang belum bagus,” sambung Muhadjir.



Close Ads X