Ketika Prabowo Merasa Candaannya Selalu Dipermasalahkan...

Kompas.com - 05/11/2018, 09:04 WIB
Calon presiden Prabowo Subianto menyapa para pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.ANDREAS LUKAS ALTOBELI Calon presiden Prabowo Subianto menyapa para pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.

"Jadi joke sekarang harus dibatasi. Jadi saya bingung saya mau bicara apa. Tetapi Saudara-saudara sudah mengertilah karena itu Saudara di sini," kata Prabowo.

Pernyataan Prabowo yang jadi polemik

Beberapa kali, ucapan Prabowo memang menimbulkan perdebatan panjang.

Kali ini, soal pernyataan "tampang Boyolali". Polemik ini berawal ketika Prabowo dalam pidatonya menyebut Jakarta dipenuhi gedung menjulang tinggi dan hotel-hotel mewah.

Ia menyebutkan beberapa hotel berbintang di Ibu Kota. Namun, ia yakin warga Boyolali tidak pernah menginjakan kaki di hotel mewah itu.

"Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk ke hotel-hotel tersebut. Betul?” tanya Prabowo.

"Betul,” jawab masyarakat Boyolali yang hadir di acara itu.

Baca juga: Sekjen PAN Nilai Pidato Prabowo soal Tampang Boyolali Dipolitisasi

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian, ya tampang Boyolali ini, betul?” kata Prabowo lagi.

Warga Boyolali menilai pernyataan Prabowo menyinggung perasaan mereka.

Sebelum "Tampang Boyolali", pernyataan Prabowo yang menyebut "Indonesia First, Make Indonesia Great Again" juga dipersoalkan.

Prabowo dinilai mencontek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam membuat slogan kampanye.

Saat berkampanye di Pilpres AS, Trump menggunakan slogan Make America Great Again.

Baca juga: Jubir Ungkap Pesan dalam Pidato Tampang Boyolali Prabowo

Prabowo juga beberapa kali mengeluarkan "gurauan" khas dirinya kepada awak media.

Dia sempat menyebutkan, pewarta televisi yang tidak menyiarkan pidatonya secara lengkap.

"Televisi-televisi itu, entah apa dia merekam, saya enggak tahu," ujar Prabowo.

"Maaf bukan kalian, pekerja-pekerja bukan kalian. Kalian ya paling gajinya segitu-segitu saja. Nanti dibilang saya ngenyek (mengejek), saya tidak ngenyek! Saya berjuang untuk kalian," tambah dia.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X