Alasan Cucu Pendiri NU Jadi Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

Kompas.com - 01/11/2018, 23:10 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan alasan yang mendasari keputusannya untuk bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gus Irfan resmi ditunjuk sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo Sandiaga. KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan alasan yang mendasari keputusannya untuk bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Gus Irfan resmi ditunjuk sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo Sandiaga.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Farros, KH Irfan Yusuf atau akrab disapa Gus Irfan mengungkapkan alasan yang mendasari keputusannya bergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Gus Irfan resmi ditunjuk sebagai salah satu juru bicara pasangan Prabowo Sandiaga.

Menurut dia, kontestasi jelang Pilpres 2019 saat ini sudah mulai mengarah pada anggapan bahwa seluruh warga Nahdlatul Ulama mendukung salah satu pasangan calon.

"Salah satu poin utama mengapa saya membantu, bahwa di akar rumput terutama di Jawa Timur, yang saya lihat bahwa kontestasi antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi ditarik menjadi kontestasi antara NU dan bukan NU," ujar Gus Irfan saat menggelar konferensi pers di media center Prabowo-Sandiaga, jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).


Baca juga: Cucu Pendiri NU Resmi Jadi Juru Bicara Pasangan Prabowo-Sandiaga

"Karena itu, saya hadir di sini, untuk menjawab, bukan seperti itu. Mungkin memang lebih banyak NU di kubu Pak Jokowi, tapi banyak juga NU yang di kubunya Pak Prabowo," tuturnya.

Selain itu, Gus Irfan menilai kondisi Indonesia dalam empat tahun terakhir sudah berbeda.

Berbagai kelompok masyarakat yang berbeda pandangan sudah mulai saling memaki, mengejek secara terbuka.

“Dan ini harusnya bisa diminimalisasi oleh pemimpin kita,” kata dia.

Gus Irfan juga menyoroti kondisi ekonomi yang dialami masyarakat dalam empat tahun terakhir, khususnya di kalangan pesantren warga NU.

Baca juga: Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Naik Turun di Kalangan NU dan PA 212

Ia tak memungkiri masih banyak warga NU yang tertinggal di bidang perekonomian.

Sementara, kata Gus Irfan, pasangan Prabowo-Sandiaga memiliki program-program yang terkait pembangunan ekonomi keumatan.

"Saya kira dengan banyaknya ide-ide dari Bang Sandi bisa kami sinergikan supaya bisa bermanfaat kepada umat," tuturnya.

Gus Irfan merupakan cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asyari.

Ayah Gus Irfan, KH Yusuf Hasyim, dikenal sebagai salah satu tokoh NU sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X