Terkait Kasus Penyerangannya, Novel Baswedan Sangat Berharap pada Jokowi

Kompas.com - 01/11/2018, 14:33 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (tengah) bersama istri aktivis HAM Munir, Suciwati di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018) DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comDirektur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (tengah) bersama istri aktivis HAM Munir, Suciwati di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Novel Baswedan khawatir jika Presiden Joko Widodo tak mampu mendukung penuh pengungkapan kasus penyerangan air keras terhadap dirinya.

Novel menilai Jokowi merupakan sosok yang paling bisa diharapkan ketika kasus penyerangannya belum menemui titik terang di hari ke-500 ini sejak 11 April 2017 lalu.

"Pertanyaannya, saya khawatir, kira-kira presiden takut enggak mengungkap ini? Kalau presiden takut mengungkap ini, saya sangat sedih," kata Novel dalam diskusi di Gedung Penunjang KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Baca juga: Kata Novel Baswedan, Kasus Penyerangannya Sengaja Tak Diungkap

Dalam beberapa kesempatan, Novel selalu menyampaikan bahwa dukungan Jokowi menjadi langkah nyata memperkuat agenda pemberantasan korupsi.

Sebab, penyerangan terhadap dirinya jangan sampai terulang lagi kepada pihak-pihak yang berperan dalam pemberantasan korupsi.

"Ketika ada kebuntuan, ketidaksungguhan yang dilakukan aparat penegak hukum, maka Presiden harusnya mengambil alih, dengan memberikan perhatian khusus, memerintahkan untuk hal ini bisa diungkap," kata dia.

Novel juga mengungkapkan, ancaman dan penyerangan tak hanya dialami dirinya, melainkan juga sejumlah pegawai KPK lainnya.

Dengan penindakan hukum yang tegas dalam kasusnya, pelaku atau pihak yang mencoba menyerang pegawai KPK lainnya akan takut bertindak.

"Kedua, ada rasa perlindungan psikis yang diterima pegawai KPK," kata dia.

Baca juga: Novel Baswedan: Kalau Presiden Takut Mengungkap, Saya Sangat Sedih

Pada 11 April 2017, seusai melaksanakan shalat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya, Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor. Cairan itu mengenai wajah Novel.

Kejadian itu berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak.

Tak ada seorang pun yang berada di lokasi saat peristiwa penyiraman itu terjadi. Novel juga tak bisa melihat jelas pelaku penyerangannya.

Sejak saat itu, Novel menjalani serangkaian pengobatan guna penyembuhan matanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Pengakuan Tersangka hingga Dugaan Penerima Dana

Kasus Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Pengakuan Tersangka hingga Dugaan Penerima Dana

Nasional
Surat untuk Puan Maharani: Bersusah Payah Kami Bersuara, tetapi Tidak Didengar...

Surat untuk Puan Maharani: Bersusah Payah Kami Bersuara, tetapi Tidak Didengar...

Nasional
Berkat Mobile JKN, Ibu Rumah Tangga Ini Mudah Akses Layanan Kesehatan

Berkat Mobile JKN, Ibu Rumah Tangga Ini Mudah Akses Layanan Kesehatan

Nasional
Epidemiolog: Kasus Covid-19 Bertambah 4.000 Lebih Per Hari, Indonesia Belum Aman dari Pandemi

Epidemiolog: Kasus Covid-19 Bertambah 4.000 Lebih Per Hari, Indonesia Belum Aman dari Pandemi

Nasional
Tiga RUU Belum Disepakati, Prolegnas Prioritas 2021 Diputuskan Hari Ini

Tiga RUU Belum Disepakati, Prolegnas Prioritas 2021 Diputuskan Hari Ini

Nasional
Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Nasional
Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Nasional
Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Bareskrim Telusuri Aliran Dana Kasus Dugaan Investasi Bodong Kampung Kurma Group

Nasional
Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Dukung Pangdam Jaya, Polri Sebut Baliho Rizieq Shihab Langgar Perda dan Mengandung Unsur Provokasi

Nasional
Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Soal Libur Panjang, Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Belajar dari Pengalaman Sebelumnya

Nasional
Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Kontak Tembak dengan KKB di Nduga Papua, Tiga Prajurit TNI Terluka

Nasional
Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Satgas: Jadwal Vaksinasi Covid-19 Bergantung pada Hasil Uji Klinis dan Kajian BPOM

Nasional
KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

KAMI Nilai Pemerintah Tak Mampu Atasi Covid-19

Nasional
Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Dugaan Investasi Bodong oleh Kampung Kurma Group, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X