Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/10/2018, 09:14 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Pasca-peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018), muncul sejumlah post yang menampilkan suasana detik-detik sebelum pesawat jatuh.

Unggahan berupa foto dan video ini pun ramai diperbincangkan di beberapa media sosial, seperti Twitter dan Instagram, juga aplikasi pesan WhatsApp.

Narasi yang beredar:

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, dua unggahan berupa foto dan video ini mulai ramai dibagikan di media sosial pada Senin (29/10/2018). Unggahan foto beredar sekitar pukul 13.00 WIB, sedangkan unggahan video beredar sekitar pukul 15.00 WIB.

Awalnya, foto ini ramai di Instagram yang diunggah oleh akun @wesjournalpalma. Namun, saat dihubungi Kompas.com, admin mengaku telah menghapus unggahan itu karena mendapat teguran pihak terkait.

Dalam foto tersebut, terlihat empat orang penumpang tengah berswafoto memakai makser oksigen yang merupakan salah satu fasilitas keselamatan di dalam kabin pesawat.

Selain itu, ada juga video yang yang menunjukkan situasi detik-detik kejadian pesawat Lion Air JT610 jatuh.

Video berdurasi 48 detik itu menampilkan kondisi kabin gelap gulita dan terdengar beberapa penumpang sedang mengucapkan doa-doa keselamatan.

Unggahan video ini telah ditonton sebanyak 260.020 kali tayangan dan telah dikomentari sebanyak 1.879 kali.

Penelusuran Kompas.com:

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informasi Ferdinandus Setu menyatakan bahwa foto tersebut adalah hoaks atau pemberitaan tidak benar.

"Foto selfie yang diduga korban di pesawat Lion Air JT610 ini merupakan hoaks," ujar Ferdinandus saat dihubungi Kompas.com pada Senin (29/10/2018).

Adapun pemberitaan yang benar, yakni foto tersebut merupakan penumpang dari penerbangan Sriwijaya Air saat terjadi turbulance di udara.

Menurut Ferdinandus, informasi ini diterima pihak Kemenkominfo pada Senin (29/10/2018) pukul 13.00 WIB melalui email aduankonten@kominfo.go.id.

Selanjutnya, Ferdinandus juga menyampaikan bahwa video situasi detik-detik jatuhnya pesawat Lion Air Jt610 juga merupakan salah satu hoaks.

"Video situasi di dalam pesawat yang beredar itu termasuk hoaks," ujar Ferdinandus.

Ia mengklarifikasi, apa yang terjadi dalam unggahan video itu merupakan kejadian penerbangan Lion Air JT353 tujuan Padang-Jakarta.

"Video yang beredar ini adalah penerbangan Lion Air JT353 tujuan Padang-Jakarta yang mengalami turbulance, mesin mati, dan lainnya," ujar Ferdinandus.

Laporan penyebaran video ini telah diterima pihak Kemenkominfo sekitar pukul 15.00 WIB.

Ferdinandus juga menyampaikan, pihak Kemenkominfo mencoba mencari tahu sumber unggahan tersebut melalui mesin pengais konten.

Baca selengkapnya: Beredar Foto Detik-detik Terakhir Lion Air JT 610, Kemenkominfo Pastikan Hoaks

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gempa Magnitudo 5,7 di Banten Dirasakan sampai Bandung

Gempa Magnitudo 5,7 di Banten Dirasakan sampai Bandung

Nasional
Bertemu SBY secara Tertutup, Prabowo Diduga Minta Saran untuk Susun Kabinet

Bertemu SBY secara Tertutup, Prabowo Diduga Minta Saran untuk Susun Kabinet

Nasional
Survei LSI: 47 Persen Pemilih PKB dan 53 Persen Pemilih Nasdem Coblos Prabowo-Gibran

Survei LSI: 47 Persen Pemilih PKB dan 53 Persen Pemilih Nasdem Coblos Prabowo-Gibran

Nasional
LSI Ungkap Pendukung Prabowo-Gibran Melonjak Jelang Hari Pencoblosan

LSI Ungkap Pendukung Prabowo-Gibran Melonjak Jelang Hari Pencoblosan

Nasional
Prabowo-SBY Bertemu, Demokrat Sebut Penting Tukar Pikiran dengan Presiden Ke-6 RI

Prabowo-SBY Bertemu, Demokrat Sebut Penting Tukar Pikiran dengan Presiden Ke-6 RI

Nasional
Pengamat Nilai Penunjukkan AHY Jadi Menteri Belum Mampu Redam Hak Angket Kecurangan Pemilu

Pengamat Nilai Penunjukkan AHY Jadi Menteri Belum Mampu Redam Hak Angket Kecurangan Pemilu

Nasional
Analisis Litbang Kompas: Gibran Faktor Utama Suara Prabowo-Gibran Meroket Sampai 58 Persen

Analisis Litbang Kompas: Gibran Faktor Utama Suara Prabowo-Gibran Meroket Sampai 58 Persen

Nasional
Survei LSI: 17,6 Persen Pemilih Prabowo-Gibran Tak Percaya 'Real Count' KPU

Survei LSI: 17,6 Persen Pemilih Prabowo-Gibran Tak Percaya "Real Count" KPU

Nasional
Survei LSI: 71,6 Persen Pemilih Prabowo-Gibran Percaya Pilpres Satu Putaran

Survei LSI: 71,6 Persen Pemilih Prabowo-Gibran Percaya Pilpres Satu Putaran

Nasional
Survei LSI: Penerima Bansos Cenderung Lebih Banyak Dukung Prabowo-Gibran

Survei LSI: Penerima Bansos Cenderung Lebih Banyak Dukung Prabowo-Gibran

Nasional
Survei LSI: Tingkat Keyakinan Masyarakat Pemilu 2024 Jurdil Turun Drastis Sepekan sejak Pencoblosan

Survei LSI: Tingkat Keyakinan Masyarakat Pemilu 2024 Jurdil Turun Drastis Sepekan sejak Pencoblosan

Nasional
LSI: Kepuasan Publik Terkait Pemilu 2024 Turun 10,9 Persen sejak Pemungutan Suara Digelar

LSI: Kepuasan Publik Terkait Pemilu 2024 Turun 10,9 Persen sejak Pemungutan Suara Digelar

Nasional
Mahfud: Hak Angket Sangat Boleh, Siapa Bilang Tidak Cocok?

Mahfud: Hak Angket Sangat Boleh, Siapa Bilang Tidak Cocok?

Nasional
Momen Akhir Pekan Jokowi, Ajak 4 Cucu Main di Mal di Jakarta

Momen Akhir Pekan Jokowi, Ajak 4 Cucu Main di Mal di Jakarta

Nasional
Kemenag Akan Gelar Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2024 di 134 Titik, Ini Lokasinya

Kemenag Akan Gelar Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 2024 di 134 Titik, Ini Lokasinya

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com