Seorang Hakim Korban Lion Air Jatuh Baru Dimutasi ke Bangka Belitung

Kompas.com - 29/10/2018, 17:36 WIB
Konferensi pers Mahkamah Agung terkait adanya 4 hakim yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air, Senin (29/10/2018). Kompas.com/Fitria Chusna FarisaKonferensi pers Mahkamah Agung terkait adanya 4 hakim yang menjadi korban kecelakaan pesawat Lion Air, Senin (29/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar duka datang dari Mahkamah Agung (MA). Empat orang hakim diduga menjadi menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang bertolak dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Dari empat orang hakim, tiga orang merupakan hakim tinggi, sedangkan satu orang lainnya adalah hakim tingkat pertama. Diketahui, satu orang hakim tingkat pertama tersebut bernama Ikhsan Riyadi.

Ikhsan baru saja dimutasi dari Pengadilan Negeri (PN) Marabahan, Kalimantan Selatan, ke PN Koba, Bangka Belitung. Bertolaknya Ikhsan dari Jakarta menuju Bangka Belitung, untuk melaksanakan tugasnya sebagai hakim di PN tersebut.

Baca juga: MA Sebut 4 Orang Hakim Naik Pesawat Lion Air yang Jatuh

"Pak Ikhsan ini adalah hakim Pengadilan Negeri Marabahan, yang dimutasi ke Pengadilan Negeri Koba. Yang bersangkutan akan melaksanakan tugas ke Pengadilan Negeri Koba, makanya Senin ini berangkat, kemungkinan akan melapor karena baru mutasi kemarin," kata Juru Bicara MA Abdullah di gedung MA, Jakarta Pusat, Senin (29/10/2018).

Abdullah mengatakan, sebelum bertolak terbang, Ikhsan diantar oleh keluarganya menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Kedatangan Ikhsan ke Jakarta diperkirakan bukan merupakan perjalanan dinas, melainkan urusan pribadi.

Lebih lanjut, Abdullah juga menyebut, Ikhsan merupakan putra dari mantan Ketua PN Jakarta Selatan, Dwi Sugiharto.

Pihaknya pagi tadi telah memastikan kepada Dwi Sugiharto, mengenai kabar putranya yang diduga berada dalam maskapai Lion Air JT 610.

"Tadi pagi saya sudah hubungi Pak Dwi Sugiharto, pagi-pagi. Pak Dwi memang bilang, 'anak saya kecelakaan', jadi inilah pernyataan terkahir, akhirnya sudah enggak bisa ngomong-ngomong lagi," kata Abdullah.

Baca juga: Citra, Pramugari Asal Magelang Jadi Korban Kecelakaan Lion Air JT-610

Selain Ikhsan, tiga orang hakim tinggi juga diduga menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

Tiga orang hakim tinggi tersebut adalah; Rijal Mahdi, hakim tinggi Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung; Hasnawati hakim tinggi Pengadilan Tinggi Bangka Belitung, dan Kartika Ayuningtyas Upiek, hakim tinggi Pengadilan Tinggi Bangka Belitung.

Pesawat JT 610 bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.10 WIB.

Sedianya, pesawat mendarat di Bandara Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB. Namun, pesawat tersebut hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Pesawat itu disebutkan membawa 181 penumpang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Dosen UGM: Jujur, Saya Malu Punya Anggota Dewan Seperti Hanum Rais

Nasional
Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Dihukum Gara-gara 'Kicauan' Istri, Peltu YNS Tidak Dipecat dari TNI AU

Nasional
Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Kehangatan Surya Paloh-Prabowo, Jawaban Penolakan Nasdem atas Gerindra

Nasional
Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Istri Hujat Wiranto di Medsos, Serda J Dikurung 14 Hari

Nasional
BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

BEM SI: Senin Ini, Kebetulan Tidak Ada Demonstrasi

Nasional
Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Kemensos Gandeng Kemenlu untuk Edukasi Tantangan dan Peluang Masyarakat ASEAN

Nasional
KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

KPK Sita Rupiah dan Dollar AS Saat Geledah Rumdin Bupati Lampung Utara

Nasional
[POPULER NASIONAL} Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

[POPULER NASIONAL} Cerita Kalla Pidato Tanpa Teks | Temuan Potensi Penipuan BPJS Kesehatan

Nasional
Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Setelah Penusukan Wiranto, Luhut Panjaitan Tak Takut Temui Masyarakat

Nasional
[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

[POPULER SEPEKAN] Wiranto Ditusuk di Banten | Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim

Nasional
Organisasi Mahasiswa Sarankan Jokowi Istirahatkan Wiranto

Organisasi Mahasiswa Sarankan Jokowi Istirahatkan Wiranto

Nasional
Nasdem dan Gerindra Sepakat Amandemen UUD 1945 Secara Menyeluruh

Nasdem dan Gerindra Sepakat Amandemen UUD 1945 Secara Menyeluruh

Nasional
Tiba-tiba Prabowo Potong Jawaban Surya Paloh Saat Ditanya soal Gerindra Jadi Oposisi atau Ikut Pemerintah

Tiba-tiba Prabowo Potong Jawaban Surya Paloh Saat Ditanya soal Gerindra Jadi Oposisi atau Ikut Pemerintah

Nasional
Bertemu Prabowo, Surya Paloh Bantah Bahas Menteri

Bertemu Prabowo, Surya Paloh Bantah Bahas Menteri

Nasional
Prabowo: Saya dan Surya Paloh Bersahabat, Kadang Berseberangan

Prabowo: Saya dan Surya Paloh Bersahabat, Kadang Berseberangan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X