Wapres Minta KNKT Usut Tuntas Jatuhnya Pesawat Lion Air JT 610

Kompas.com - 29/10/2018, 16:26 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (5/6/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengusut tuntas jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Perairan Karawang, Jawa Barat.

Peristiwa ini terjadi pada Senin (29/10/2018) pagi, tak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banteng.

"Untuk intruksi itu prosedur saja bahwa yang pertama itu evakuasi, saat ini berlangsung bagaimana evakuasi," ujar Jusuf Kalla, di Jakarta, Senin (29/10/2018).

"Kedua, KNKT mengusut apa yang terjadi. Setelah kedua langkah itu, baru langkah lanjutan setelah itu," lanjut dia.

Baca juga: MA Sebut 4 Orang Hakim Naik Pesawat Lion Air yang Jatuh

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya sempat mengatakan bahwa ada diindikasi pesawat Lion Air JT-160 tidak bisa lanjut terbang.

Kalla sendiri tidak mau menyimpulkan bahwa pesawat yang disebut KNKT baru dua bulan mengudara itu jatuh karena tak layak terbang.

"Itu kita tidak tahu (penyebab pesawat jatuh) tetapi KNKT pasti akan memeriksa itu," kata Kalla.

Wapres menilai, pengawasan dari Kementerian Perhubungan maupun lembaga terkait penerbangan sipil sudah sangat ketat.

Baca juga: Tiga Jam Sebelum Terbang, Pramugari Lion Air Alfiani Unggah Insta Story

Meski demikian, ia meminta agar semua stakeholder penerbangan di Indonesia mulai dari regulator hingga maskapai, melakukan introspeksi agar memperbaiki sistem penerbangan ke depan.

Lion Air Jt 610 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, sekitar pukul 06.10 WIB.

Sedianya, pesawat mendarat di Bandara Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB. Namun, pesawat tersebut hilang kontak pukul 06.33 WIB.

Pesawat itu disebutkan membawa 181 penumpang, terdiri dari 178 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi.

Basarnas lantas mengkonfirmasi bahwa pesawat tersebut jatuh di perairan dekat Karawang, Jawa Barat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X