Jokowi: Jawab Isu Antek Asing dengan Pengambilalihan Blok Mahakam hingga Divestasi Freeport!

Kompas.com - 28/10/2018, 11:38 WIB
Calon presiden nomor urut 1, Joko Widodo menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional di Hotel Empire Palace, Kota Surabaya, Minggu (28/10/2018). Tim Kampanye Nasional Jokowi-MarufCalon presiden nomor urut 1, Joko Widodo menghadiri Rakernas Tim Kampanye Nasional di Hotel Empire Palace, Kota Surabaya, Minggu (28/10/2018).

SURABAYA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo mengaku, masih 'diserang' dengan beragam isu negatif.

Mulai dari dituduh antek asing, antek 'aseng' hingga anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam pengarahan tim sukses di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin di aula Hotel Empire Palace, Kota Surabaya, Minggu (28/10/2018), Jokowi pun meminta seluruh tim sukses untuk membantunya mengklarifikasi tuduhan-tuduhan itu ke masyarakat.

Baca juga: Kepada Timses Jokowi Berpesan agar Tetap Narasikan Hal Positif

"Isu antek asing misalnya, jawab dengan misalnya Blok Mahakam yang sudah 100 persen dikuasai Pertamina. Blok Rokan yang sebelumnya dimiliki Chevron juga sudah miliknya PT Pertamina. Freeport juga sudah divestasi, head of agreement dan purchase of agreement," ujar Jokowi kepada wartawan, seusai memberikan pengarahan.

Pengarahan Jokowi kepada tim sukses itu sendiri berlangsung tertutup dari wartawan.

Sementara mengenai isu antek 'aseng' terkait jumlah tenaga kerja asal Tiongkok di Indonesia, Jokowi meminta tim sukses membeberkan berapa sebenarnya jumlah tenaga kerja Negeri Tirai Bambu itu di Indonesia ke masyarakat.

Sebab, masih ada masyarakat yang mempercayai bahwa 2 juta tenaga kerja Tiongkok saat ini masuk ke Indonesia.

Terakhir, soal tuduhan dirinya anggota PKI, Jokowi meminta timses menjelaskan tuduhan itu secara sederhana agar masyarakat dapat memahami bahwa tuduhan itu adalah fitnah belaka.

Baca juga: Ingin Fokus Menangkan Jokowi-Maruf Amin, Erick Thohir Mundur sebagai Presiden Inter Milan

"Menjelaskannya secara sederhana seperti apa sehingga rakyat mengetahui bahwa itu hanya sebagai sebuah fitnah dan kabar bohong. Karena ini yang diserang kan itu-itu terus, timses tinggal menjawab saja," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan kepada timses agar tidak terpancing dengan 'serangan' politik. Ia meminta timses fokus menarasikan hal-hal positif kepada masyarakat.

Hadir dalam pengarahan antara lain Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Perindo Harry Tanoesoedibyo, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PSI Grace Natalie.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Silaturahmi Politik, Golkar-PKS Bahas Pilkada 2020 dan Omnibus Law

Nasional
Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Tito Karnavian Sindir Kepala Daerah yang Tak Peduli pada Perpustakaan

Nasional
Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Audiensi dengan Korban First Travel, Komisi VIII: Negara Bisa Digugat

Nasional
Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi 'Abuse of Power' dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Anggota Komisi I Sebut Ada Potensi "Abuse of Power" dalam RUU Perlindungan Data Pribadi

Nasional
Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Politikus Demokrat Usul Panja Harun Masiku, KPK Fokus Tuntaskan Penyidikan

Nasional
Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Periksa Tersangka Kasus Korupsi di Kemenag, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Airlangga Tak Persoalkan Jokowi Bicara Reshuffle Kabinet ke Pegiat Medsos

Nasional
Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Ini Hasil Penggeledahan Rumah Warga di Batan Indah Terkait Radiasi Nuklir

Nasional
KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

KPK Geledah Apartemen yang Diduga Tempat Nurhadi Bersembunyi, tetapi Nihil

Nasional
Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Telusuri Aset Para Tersangka Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Keterangan 17 Bank

Nasional
Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Mendagri Ungkap Ada Anggaran Daerah yang Disimpan di Bank, Berharap Deposito

Nasional
Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Menkominfo: Ada 127 Hoaks di Indonesia soal Virus Corona, Salah Satunya Menular Lewat Nyamuk

Nasional
Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Mahfud Sebut Koordinasi Pembangunan Papua Akan Lebih Terarah

Nasional
Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Polisi Periksa 17 Saksi Terkait Limbah Radioaktif di Tangerang Selatan

Nasional
Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Malaysia Belajar Pengelolaan Laporan Harta Pejabat ke KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X