Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Merayakan Bulan Bahasa dengan Berbahasa Daerah

Kompas.com - 27/10/2018, 22:10 WIB
Harry Rhamdhani,
Laksono Hari Wiwoho

Tim Redaksi

3. Pahit dan Manisnya Bahasa Jawa

Bahasa juga memiliki kasta. Setidaknya inilah yang dimiliki oleh bahasa Jawa.

Kondisi ini terkadang membuat penuturnya berada pada dilema mengenai bagaimana sebaiknya ia menempatkan diri dalam masyarakat.

Liliek Pur membahas dilema ini ke dalam satu artikel pembahasan.

Bahasa Jawa pada umumnya memiliki 3 tingkatan, yaitu basa ngoko, basa madya, dan basa krama.

Setiap tingkatan memiliki aturan sendiri. Biasanya basa krama digunakan pada peristiwa agung dan sakral, madya digunakan kepada orang yang lebih tua, sedangkan ngoko dipakai saat berinteraksi dengan teman sebaya.

Tetapi Liliek Pur kerap merasa bingung ketika berhadapan dengan orang baru. Tingkat bahasa mana yang harus ia gunakan?

"Jika saya berbicara menggunakan level bahasa Jawa kasar alias ngoko, saya ragu apakah orang baru bisa menerimanya dengan lapang dada. Sebaliknya, bila saya berbahasa krama, sudah pasti jurang pemisah langsung terbentang di antara kami," ungkapnya (selengkapnya).

4. Mengenal Sastra Tutur di Sumatera Selatan

Indonesia memiliki banyak sekali ragam bahasa tutur. Pringadi Abdi Surya mencoba mengenalkan salah satunya, yakni sastra tutur dari Sumatera Selatan.

Sastra  tutur di Sumatera Selatan, menurut Pringadi, berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Hal tersebut terjadi karena wilayah Sumatera Selatan sangat luas dan masing-masing sub-etnik memiliki karakteristik yang khas.

"Beberapa bentuk sastra lisan/sastra tutur yang dikenal di Sumatra Selatan  antara lain Njang Panjang dan Bujang Jelihim di Ogan Komering Ulu (OKU), Jelihiman di Ogan Ilir (OI), Senjang di Musi Banyuasin (MUBA), Geguritan, Tadut, Betadur, dan Tangis Ayam yang berkembang di Lahat, Nyanyian Panjang dan Bujang Jemaran di Ogan Komering Ilir (OKI)," terangnya (selengkapnya).

5. Pernahkah Kamu Rindu Berbahasa Daerah?

Dwi Klarasari merasa senang ketika teman baru di kantornya yang merantau itu masih menggunakan bahasa Jawa yang menjadi bahasa sehari-hari.

Sebab, dalam hidup keseharian di Jakarta yang cenderung harus selalu berbahasa Indonesia, "… Rasanya bahagia bila sesekali bisa mengobrol dalam bahasa daerah." Begitulah kata dia.

Tidak bisa dimungkiri, berbahasa Indonesia di Ibu Kota adalah sebuah keniscayaan. Setiap harinya, Dwi Klarasari mesti berinteraksi dengan rekan kerjanya yang multietnis.

Meski demikian, kerinduan untuk menggunakan bahasa daerah selalu ia rasakan (selengkapnya).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Yusril Sebut Kekalahan Prabowo di Aceh Mentahkan Dugaan Cawe-cawe PJ Kepala Daerah

Yusril Sebut Kekalahan Prabowo di Aceh Mentahkan Dugaan Cawe-cawe PJ Kepala Daerah

Nasional
Kejagung Kembali Sita Mobil Milik Harvey Moeis, Kini Lexus dan Vellfire

Kejagung Kembali Sita Mobil Milik Harvey Moeis, Kini Lexus dan Vellfire

Nasional
Yusril Harap 'Amicus Curiae' Megawati Tak Dianggap Tekanan Politik ke MK

Yusril Harap "Amicus Curiae" Megawati Tak Dianggap Tekanan Politik ke MK

Nasional
Soal Peluang Rekonsiliasi, PDI-P: Kami Belum Bisa Menerima Perlakuan Pak Jokowi dan Keluarga

Soal Peluang Rekonsiliasi, PDI-P: Kami Belum Bisa Menerima Perlakuan Pak Jokowi dan Keluarga

Nasional
IKN Teken Kerja Sama Pembangunan Kota dengan Kota Brasilia

IKN Teken Kerja Sama Pembangunan Kota dengan Kota Brasilia

Nasional
Yusril Sebut 'Amicus Curiae' Megawati Harusnya Tak Pengaruhi Putusan Hakim

Yusril Sebut "Amicus Curiae" Megawati Harusnya Tak Pengaruhi Putusan Hakim

Nasional
ICW Dorong Polda Metro Dalami Indikasi Firli Bahuri Minta Rp 50 M Ke SYL

ICW Dorong Polda Metro Dalami Indikasi Firli Bahuri Minta Rp 50 M Ke SYL

Nasional
Sertijab 4 Jabatan Strategis TNI: Marsda Khairil Lubis Resmi Jabat Pangkogabwilhan II

Sertijab 4 Jabatan Strategis TNI: Marsda Khairil Lubis Resmi Jabat Pangkogabwilhan II

Nasional
Hasto Beri Syarat Pertemuan Jokowi-Megawati, Relawan Joman: Sinisme Politik

Hasto Beri Syarat Pertemuan Jokowi-Megawati, Relawan Joman: Sinisme Politik

Nasional
Menerka Nasib 'Amicus Curiae' di Tangan Hakim MK

Menerka Nasib "Amicus Curiae" di Tangan Hakim MK

Nasional
Sudirman Said Akui Partai Koalisi Perubahan Tak Solid Lagi

Sudirman Said Akui Partai Koalisi Perubahan Tak Solid Lagi

Nasional
Puncak Perayaan HUT Ke-78 TNI AU Akan Digelar di Yogyakarta

Puncak Perayaan HUT Ke-78 TNI AU Akan Digelar di Yogyakarta

Nasional
Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Sudirman Said Berharap MK Penuhi Rasa Keadilan

Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Sudirman Said Berharap MK Penuhi Rasa Keadilan

Nasional
Sejauh Mana 'Amicus Curiae' Berpengaruh pada Putusan? Ini Kata MK

Sejauh Mana "Amicus Curiae" Berpengaruh pada Putusan? Ini Kata MK

Nasional
Alasan Prabowo Larang Pendukungnya Aksi Damai di Depan MK

Alasan Prabowo Larang Pendukungnya Aksi Damai di Depan MK

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com