Tanggap Darurat Sulteng Berakhir, Pengungsi akan Pindahkan ke Hunian Sementara

Kompas.com - 25/10/2018, 18:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat menggelar konferensi pers seusai rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Palu, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018) dini hari. Dok. Kemenko PolhukamMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto saat menggelar konferensi pers seusai rapat koordinasi penanganan bencana gempa bumi di Palu, di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Sabtu (29/9/2018) dini hari.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan tahap tanggap darurat bencana di Sulawesi Tengah akan diakhiri pada Jumat (26/10/2018).

Pemerintah pun menjanjikan, pada masa transisi ke tahap rehabilitasi, para pengungsi akan sesegera mungkin dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.

"Lokasinya kami pilih di mana, prototipenya bagaimana, layak huninya bagaimana, fasilitas pendukungnya seperti MCK lalu dapur bagaimana, itu sudah dipikirkan," ujar Menko Polhukam Wiranto usai memimpin rapat koordinasi di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Menurut Wiranto, sejumlah perusahaan badan usaha milik negara sudah membangun huntara. Begitu pun Huntara dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang dibangun.

Baca juga: Jumlah Hunian Sementara untuk Korban Bencana Sulteng Diperkirakan Lebih dari 5000 Unit

Menteri PUPR, kata Wiranto, sudah berjanji akan menyelesaikan 1.200 barak Huntara pada pertengahan Desember 2018.

Selain Huntara, rencanaya pemerintah juga akan membagikan tenda untuk pengungsi yang nantinya tidak kebagian menempati Huntara.

Mantan Panglima ABRI ini memastikan, kualitas tenda setara dengan Huntara.

Baca juga: Bentuk Hunian Sementara Korban Bencana di Beberapa Negara

"Bantuan tenda dari luar negeri yang kuaitasnya itu setara dengan Huntara PUPR, itu kita kaji di sana," kata dia.

Sementara itu, kebutuhan listyrik dan BBM dinilai sudah tiak ada masalah. Saat ini pekerjaan rumah yang belum selesai yakni pengeboran humur dalam.

Saat ini sudah ada 22 sumur yang dibuat, rencananya pemerintah akan menambah jumlah sumur untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X