Berita Populer Nasional: Kata Jokowi soal Kaesang Dibuli hingga Tes Seleksi CPNS - Kompas.com

Berita Populer Nasional: Kata Jokowi soal Kaesang Dibuli hingga Tes Seleksi CPNS

Kompas.com - 25/10/2018, 07:18 WIB
Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dan putra mereka, Kaesang Pangarep, membagikan kaus pada warga saat mengikuti kirab atau arak-arakan yang menjadi rangkaian acara resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/11/2017). Usai kirab, acara dilanjutkan dengan resepsi yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 09.30-12.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 13.30-16.30 WIB.SETPRES/AGUS SUPARTO Presiden Joko Widodo bersama Ibu Negara Iriana dan putra mereka, Kaesang Pangarep, membagikan kaus pada warga saat mengikuti kirab atau arak-arakan yang menjadi rangkaian acara resepsi pernikahan Kahiyang Ayu-Bobby Nasution di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/11/2017). Usai kirab, acara dilanjutkan dengan resepsi yang dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pertama pukul 09.30-12.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 13.30-16.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara mengapa belakangan lebih sering mengajak cucunya Jan Ethes dibandingkan putra bungsunya Kaesang Pangarep ke berbagai acara.

Pemberitaan tersebut menjadi salah satu artikel populer di Kompas.com. Selain itu, ada pula artikel seputar tes seleksi CPNS.

Berikut 5 artikel Nasional populer di Kompas.com yang mungkin Anda lewatkan.

1. Kaesang Dibuli Warganet, Jokowi Angkat Bicara

Belakangan ini, Presiden Joko Widodo dinilai lebih sering mengajak cucunya Jan Ethes Srinarendra dalam berbagai acara. 

Putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep pun menjadi bulan-bulanan warganet karena pesonanya dianggap sudah kalah dari Jan Ethes. 

Jokowi mengatakan, saat ini ia lebih sering mengajak Jan Ethes karena Kaesang mulai sibuk.

Selengkapnya di tautan ini.

Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong.

Kompas/Totok Wijayanto (TOK)
09-10-2017KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong. Kompas/Totok Wijayanto (TOK) 09-10-2017

2. Ada 5 Sesi Tes Seleksi Kompetensi Dasar CPNS 2018, Peserta Wajib Hadir 1 Jam Sebelumnya

Badan Kepegawaian Negara ( BKN) mewajibkan setiap peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk calon pegawai negeri sipil ( CPNS) 2018 agar hadir ke lokasi tes 1 jam sebelumnya.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan menuturkan, hal itu diterapkan mengingat banyak persiapan yang perlu dilakukan sebelum tes.

"Karena ada pemeriksaan fisik, pemeriksaan identitas, macam-macam, masuk ruangan, termasuk penjelasan bagaimana mengisinya," tuturnya saat konferensi pers di Kantor Pusat BKN, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).

Selengkapnya di sini.

3. Jokowi: Karena Sudah Jengkel, Keluarlah Itu Sontoloyo... 

Presiden Joko Widodo mengaku jengkel terhadap politikus yang mengadu domba, fitnah, dan memecah belah untuk meraih kekuasaan.

Ia mengatakan, karena jengkelnya, saat acara pembagian 5.000 sertifikat lahan di Lapangan Sepak Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018), keluarlah pernyataan "politikus sontoloyo" untuk menyebutkan politisi yang melakukan praktik seperti itu.

Selengkapnyaa di sini.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan seusai menghadiri deklarasi Gerakan Emas atau Gerakan Emak-Emak dan Anak Minum Susu, di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat memberikan keterangan seusai menghadiri deklarasi Gerakan Emas atau Gerakan Emak-Emak dan Anak Minum Susu, di Stadion Klender, Jakarta Timur, Rabu (24/10/2018).

4. Prabowo: Denny JA Itu Siapa? Tuhan di Bidang Poling?

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto enggan menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga turun pasca-kasus informasi bohong penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Menurut survei LSI, kasus hoaks Ratna Sarumpaet berdampak negatif dan menyebabkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga menurun. Prabowo hanya tertawa saat wartawan menanyakan tanggapannya terkait hasil survei tersebut.

Selengkapnya di sini.

5. KPK Tangkap 7 Orang, Salah Satunya Bupati Cirebon

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap kepala daerah dalam operasi tangkap tangan. 

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan membenarkan bahwa kepala daerah yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (24/10/2018) adalah Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra.

Menurut Basaria, selain Sunjaya, ada enam orang lainnya yang ditangkap. Ketujuh orang tersebut kemudian langsung menjalani pemeriksaan intensif.

Selengkapnya di sini.

 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X