Jokowi Sebut Banyak Politisi Sontoloyo, Ini Pesan dari Sekjen Demokrat

Kompas.com - 24/10/2018, 17:28 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Hinca Panjaitan menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut banyak politisi sontoloyo menjelang Pemilu 2019.

Saat menyerahkan sertifikat tanah di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2018), Jokowi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan jangan mudah terperdaya dengan ucapan para politisi.

Menurut dia, banyak politisi yang memang sengaja memperdaya masyarakat untuk kepentingan politik sesaat.

Baca juga: Sebut Banyak Politisi Sontoloyo, Ini Penjelasan Jokowi

Hinca meminta semua pihak agar tidak anti terhadap kritik karena hal itu diperlukan dan lumrah dalam demokrasi.

"Yang baik lah, kita menggunakan istilah-istilah yang baik di tengah masyarakat, dan kritik-kritik yang disampaikan para politisi itu masih sesuatu yang normal. Ada suatu kebijakan Anda kritisi, itu normal saja," kata Hinca, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

"Oleh karena itu, kritik itu harus dianggap sebagai vitamin lah. Tidak perlu misalnya dianggap menjadi terus berseberangan sekali. Jadi saya kira dalam alam demokrasi yang terbuka kritik itu sangat baik," lanjut Hinca.

Baca juga: Jokowi: Hati-hati, Banyak Politikus Sontoloyo!

Hinca menilai, gaya komunikasi Presiden Joko Widodo agak berbeda dengan sebelumnya.

Ia mengatakan, dinamika politik selama 5-6 bulan ke depan akan semakin dinamis dan hal itu akan membuat setiap politisi memperlihatkan karakter aslinya.

Oleh karena itu, Hinca berharap semua pihak menjaga pernyataannya dan tak menyinggung pihak lain.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Menuju Istana 2019

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X