Jubir: Elektabilitas 52,6 Persen Belum Aman untuk Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 24/10/2018, 10:22 WIB
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/72018). Reza JurnalistonKetua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/72018).
Penulis Devina Halim
|

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, elektabilitas sebesar 52,6 persen masih belum sepenuhnya aman.

Hal itu dikatakan untuk menanggapi hasil survei terbaru Litbang Kompas yang digelar pada 24 September hingga 5 Oktober 2018.

"Survei Litbang Kompas masih menempatkan kami pada 52,6 persen. Posisi ini masih belum sepenuhnya aman untuk memenangi Pilpres 2019 walaupun kubu Prabowo 32,7 persen jauh di bawah kami," tuturnya ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (24/10/2018).

Hal itu disebabkan jumlah pemilih yang masih mengambang atau swing voters juga masih tinggi. Survei tersebut menunjukkan, pemilih yang masih ragu di kedua kubu dan belum menentukan pilihannya dapat mencapai 46,8 persen.

Baca juga: Survei Kompas: Jokowi-Maruf 52,6 Persen, Prabowo-Sandi 32,7 Persen

Kendati demikian, ia menyatakan, nilai 52,6 persen tersebut menjadi pijakan yang baik untuk mencapai target kemenangan mereka sebesar 70 persen.

Oleh sebab itu, mereka akan terus meyakinkan para pemilih selama sisa waktu kampanye ini.

Ace mengungkapkan, cara yang akan mereka lakukan adalah dengan menyampaikan keberhasilan program selama pemerintahan Jokowi sambil menyosialisasikan program yang digagas untuk lima tahun berikutnya.

"Sebagai petahana, tentu kami akan terus menyampaikan capaian-capaian keberhasilan pemerintahan Jokowi dan meyakinkan pemilih tentang program-program yang akan dilaksanakan pada periode yang kedua," tuturnya.

"Kami meyakini bahwa masyakarat akan jernih dan obyektif untuk menilai pemerintahan Jokowi ini," lanjut dia.

Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 2,8 persen.

Untuk selengkapnya bisa dibaca dalam artikel di Kompas.id berjudul "Menaksir Peluang Jokowi-Ma’ruf".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X