Kompas.com - 22/10/2018, 11:48 WIB
Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINPengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan politik dari lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menilai, kedua pasangan capres dan cawapres harus berupaya menunjukan citra yang original dan segar.

Hal itu dinilai penting bila kedua pasangan capres-cawapres ingin mengambil hati kaum milenial dan para pemilih yang belum menentukan pilihannya atau swing voters.

"Milenial itu kan suka hal yang baru, tetapi mereka juga enggak suka yang palsu," ujarnya di Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Hingga saat Ini menurut Hendri, kedua capres belum masih sebatas mengkomunikasikan bungkusnya, belum sampai originalitas. Jokowi misalnya, yang lekat dengan citra wong cilik namun kini dianggap kerap menunjukkan citra lain.

Baca juga: Alasan Prabowo Sering Pakai Baju Safari Berwarna Cokelat atau Putih

Sementara Prabowo, masih dengan citra yang sama layaknya 2014 lalu, namun dinilai tidak ada penyegaran yang kekinian sehingga berpotensi menimbulkan efek bosan.

"Pak Jokowi kan kadang-kadang main tinju, kemudian dengan kambingnya. Ini memang harus mengomunikasikan sisi lain dari seorang Jokowi tetapi Pak Jokowi harus mengeluarkan ciri khasnya seperti 2014 saat mayoritas bangsa ini memilih beliau sebagai presiden," kata dia.

"Sementara gaya Pak Prabowo yang gayanya gitu-gitu aja, kostum misalnya. Kalau saya jadi timsesnya saya akan ganti kostumnya jangan lagi putih, krem, atau cokelat, orang bosan ngeliatnya," sambung dia.

Sementara itu untuk cawapres, Hendri juga menyarankan agar keduanya tetap menonjolkan kelebihan masing-masing. Tak perlu coba-coba untuk mengubah citra yang tak sesuai dengan kepribadian.

Baca juga: Empat Tahun Jokowi dan Gaya Menarik Milenial...

Ma'ruf Amin misalnya kata Hendri, harus tetap tampil dengan citra originalnya sebagai ulama, tak perlu mencoba menjadi milenial atau ekonom karena hal itu akan membuat ia menjadi tidak otentik.

Begitu pun dengan Sandiaga Uno. Hendri menilai mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu harus tampil apa adanya sebagai pengusaha muda yang dekat dengan milenial. Tak perlu coba-coba menonjolkan citra lain yang berlebihan.

"Pak Ma'ruf kan pas dipilih oleh Pak Jokowi sebagai ulama maka menurut saya bertindaklah sebagai ulama. Sama dengan Mas Sandi kan dipilih untuk mengisi kekosongan Pak Prabowo," ucap Hendri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

Nasional
Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Jokowi Bakal Tandatangani Kesepakatan Ruang Kendali Udara Natuna dengan PM Singapura

Nasional
Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Nasional
Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Nasional
Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Nasional
UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

Nasional
UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.