Kompas.com - 21/10/2018, 19:34 WIB
Konsultan politik dari Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri  Setrio di Jakarta, Minggu (21/10/2018) Kompas.com/YOGA SUKMANAKonsultan politik dari Lembaga Survei Kedai Kopi Hendri Setrio di Jakarta, Minggu (21/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Konsultan politik lembaga survei Kedai Kopi Hendri Satrio menilai gaya komunikasi politik Presiden Jokowi belakangan ini mengkhawatirkan.

Hendri menyoroti pernyataan Jokowi saat membuka Kongres Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). Saat itu Jokowi menegur keras BPJS Kesehatan.

"Yang terakhir itu BPJS Kesehatan yang enggak boleh ngadu ke dia. Itu menurut saya hal-hal yang membuat deg-degan," ujar Hendri di Jakarta, Minggu (21/10/2018).

Pernyataan Jokowi bahwa persoalan defisit anggaran program Jaminan Kesehatan Nasonal (JKN) BPJS Kesehatan tidak perlu sampai ke presiden dinilai akan membut publik bertanya-tanya.

Baca juga: BPJS Kesehatan: Pernyataan Presiden Cambuk bagi Kami

"Akhirnya masyarakat kan mikir juga kenapa enggak boleh ngadu ke presiden padahal dulu menurut beliau silahkan ngadu ke saya.," kata dia.

Sebagai petahana, Hendri mengingatkan Jokowi untuk cermat menyampaikan segala hal ke publik. jangan sampai terjadi blunder yang membuat publik mengerutkan dahi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jokowi tutur Hendri harus belajar dari kssus yang terjadi kepada Ahok saat Pilgub DKI Jakarta 2017 silam. saat itu pernyataan ahok justu menjadi blunder politik.

Dari sisi kepuasan publik, Jokowi kata Handri punya modal yang mempuni karena bisa menjaga tingkat kepuasan publik di atas 60 persen dari berbagai hasil survei.

"Hanya saja tantangann Pak Jokowi ini memperbaiki ekonomi, ya harga barang, tarif dasar listrik, BBM dan yang paling penting tentu saja meningkatkan lapangan kerja," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kesal karena harus turun tangan langsung menangani defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Jokowi Tekankan soal Transformasi Bisnis dan Adaptasi Teknologi di BUMN

Nasional
Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Anggota DPR Nilai Cara Penagihan Pinjol dengan Teror dan Intimidasi Patut Diberangus

Nasional
OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

OTT di Musi Banyuasin, KPK Tangkap Bupati Dodi Reza Alex Noerdin dan 5 ASN

Nasional
Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Jokowi Ingatkan Izin Investasi di BUMN Jangan Berbelit-belit

Nasional
Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Temui Orangtua Korban Penganiayaan di Bogor, Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Menindak Tegas

Nasional
6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

6 Tips Bijak Menggunakan Pinjaman Online

Nasional
KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

KPK Benarkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Ditangkap Saat OTT

Nasional
OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

OTT KPK di Musi Banyuasin Terkait Proyek Infrastruktur

Nasional
OTT di Sumatera Selatan, KPK Tangkap Beberapa Pihak

OTT di Sumatera Selatan, KPK Tangkap Beberapa Pihak

Nasional
Wahai Banteng dan Celeng, Bersatulah!

Wahai Banteng dan Celeng, Bersatulah!

Nasional
[POPULER NASIONAL] Daftar Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Berbahaya | Jokowi dan Iriana Nikmati Senja di Labuan Bajo

[POPULER NASIONAL] Daftar Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Berbahaya | Jokowi dan Iriana Nikmati Senja di Labuan Bajo

Nasional
Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Berdasarkan Temuan BPOM

Daftar Obat Tradisional yang Mengandung Bahan Kimia Berdasarkan Temuan BPOM

Nasional
Menilik Wacana Pendirian Partai Politik oleh Sejumlah Eks Pegawai KPK

Menilik Wacana Pendirian Partai Politik oleh Sejumlah Eks Pegawai KPK

Nasional
WNA yang Jadi Buron Kasus Pinjol Ilegal adalah Pemodal

WNA yang Jadi Buron Kasus Pinjol Ilegal adalah Pemodal

Nasional
Tagar #PercumaLaporPolisi Dinilai sebagai Cermin bagi Polisi untuk Bebenah

Tagar #PercumaLaporPolisi Dinilai sebagai Cermin bagi Polisi untuk Bebenah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.