Hoaks Pekan Ini, dari Gempa dan Tsunami hingga Rekrutmen CPNS

Kompas.com - 20/10/2018, 16:47 WIB
Video Hoaks Atau Fakta Pekan Ini KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoVideo Hoaks Atau Fakta Pekan Ini

KOMPAS.com – Informasi bohong atau hoaks masih saja beredar bebas di jagat internet. Pekan ini, mulai 15-20 Oktober 2018, terdapat empat informasi yang diklarifikasi sebagai hoaks.

Mulai dari informasi adanya kemarau panjang hingga 2022, modus penipuan lowongan kerja di PT Angkasa Pura I, kabar mengenai gempa dan tsunami, hingga hoaks seputar informasi rekrutmen CPNS.

Pihak-pihak yang terkait, seperti BMKG, memberikan penjelasan tentang isu kemarau panjang dan adanya gempa besar dan tsunami merupakan dugaan yang belum bisa diketahui sejauh ini.

Belum ada teknologi yang dapat mengetahui kemarau lebih dari satu tahun lamanya, atau gempa dengan ketepatan yang presisi.

Sementara informasi lowongan kerja PT Angkasa Pura I jelas disebut sebagai sebuah hoaks.

Menurut AP I, informasi resmi rekruitmen hanya dapat diperoleh melalui situs resmi perusahaan, www.ap1.co.id, dan tidak ada biaya sedikit pun.

Begitu juga dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang membantah kabar tentang pelamar yang harus segera mencetak data tertentu karena laman Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) akan segera tidak dapat diakses.

Laman SSCN tetap dapat diakses sampai kapan pun.

Untuk informasi lebih lengkap terkait hoaks atau fakta pekan ini Anda dapat mengklik tautan Hoaks atau Fakta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Sambut HUT RI, Pemerintah Gelar Lomba Bikin Video Berhadiah Rp 1 Miliar

Nasional
Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Diduga Ada Penerimaan Hadiah oleh Penyelenggara Negara dalam Kasus Red Notice Djoko Tjandra

Nasional
Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Pakar Komunikasi: Kampanye Masker Lebih Tepat untuk Kelompok yang Anggap Covid-19 Tak Bahaya

Nasional
Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Jokowi Sebut Pandemi Covid-19 Momentum Transformasi Pariwisata

Nasional
Bareskrim: Pembuktian Kasus Jadi Tantangan dalam Penanganan Kekerasan Seksual

Bareskrim: Pembuktian Kasus Jadi Tantangan dalam Penanganan Kekerasan Seksual

Nasional
'Nyalakan Harapan', Lagu Persembahan Musisi dan Seniman dalam Melawan Covid-19

"Nyalakan Harapan", Lagu Persembahan Musisi dan Seniman dalam Melawan Covid-19

Nasional
Ulang Tahun ke-17, Empat Pemilih Pemula Dapat Hadiah e-KTP dari Mendagri

Ulang Tahun ke-17, Empat Pemilih Pemula Dapat Hadiah e-KTP dari Mendagri

Nasional
Kejagung Bisa Manfaatkan Data Dukcapil untuk Penegakan Hukum

Kejagung Bisa Manfaatkan Data Dukcapil untuk Penegakan Hukum

Nasional
Kasus Dugaan Korupsi Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik Ke Penyidikan

Kasus Dugaan Korupsi Terkait Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra Naik Ke Penyidikan

Nasional
Dampak Kasus Djoko Tjandra, Dukcapil Masukkan Data DPO ke Database Kependudukan

Dampak Kasus Djoko Tjandra, Dukcapil Masukkan Data DPO ke Database Kependudukan

Nasional
Sejak 2017, Kasus Kekerasan Seksual Didominasi KDRT dan Persetubuhan

Sejak 2017, Kasus Kekerasan Seksual Didominasi KDRT dan Persetubuhan

Nasional
KPK Akan Maksimalkan Penanganan Kasus Korupsi Korporasi

KPK Akan Maksimalkan Penanganan Kasus Korupsi Korporasi

Nasional
Muhadjir Soroti Sejumlah Pemda Setop Bansos Lewat APBD

Muhadjir Soroti Sejumlah Pemda Setop Bansos Lewat APBD

Nasional
Pertumbuhan Ekonomi Minus, Jokowi Sebut Sektor Pariwisata dan Penerbangan Paling Terdampak

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Jokowi Sebut Sektor Pariwisata dan Penerbangan Paling Terdampak

Nasional
Merasa Dihina, Jonatan Bunuh Majikan di Malaysia dan Terancam Hukuman Mati

Merasa Dihina, Jonatan Bunuh Majikan di Malaysia dan Terancam Hukuman Mati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X