Ketua DPR Dampingi Proses Rekonstruksi Peluru Nyasar di Lapangan Tembak Senayan

Kompas.com - 19/10/2018, 10:56 WIB
Rekobstruksi kasus peluru nyasar di Gedung DPR RI yang dilakukan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat. Kompas.com/Sherly PuspitaRekobstruksi kasus peluru nyasar di Gedung DPR RI yang dilakukan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Pusat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR Bambang Soesatyo turut mendampingi proses rekonstruksi kasus peluru nyasar yang mengenai Gedung DPR di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Bambang didampingi sejumlah anggota DPR seperti Sarifuddin Sudding dari Komisi III dan Bobby Rizaldi dari Komisi I.

Dalam proses rekonstruksi tersangka I dan R dihadirkan untuk mereka adegan penembakan yang mengakibatkan peluru yang mereka tembakan mengenai sejumlah ruangan anggota DPR di Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen.

Baca juga: Peluru Nyasar Berulang Kali Terjadi, Lapangan Tembak Senayan Akan Direlokasi

Saat ini, tersangka I dan R tengah melakukan reka adegan pemasangan switch auto di senjata Glock 17 yang diduga digunakan saat menembakan peluru nyasar.

Proses rekonstruksi dilakukan oleh tim Polda Metro Jaya. Hadir pula Kadiv Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto.

Sebelumnya diberitakan peluru nyasar mengenai sejumlah ruangan anggota DPR. Di antaranya ialah ruangan anggota DPR dari fraksi Golkar Bambang Heri Purnama, anggota DPR dari fraksi Gerindra Wenny Warouw, anggota DPR dari Fraksi PAN Totok Daryanto, dan anggota DPR dari Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya dan Khatibul Umam Wiranu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X