Kompolnas Minta Polri Profesional Usut Peluru Nyasar Gedung DPR

Kompas.com - 18/10/2018, 06:38 WIB
Peluru menembus dinding ruang kerja Vivi Sumantri yang terbuat dari bahan gypsum kemudian tersangkut di lemari KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOPeluru menembus dinding ruang kerja Vivi Sumantri yang terbuat dari bahan gypsum kemudian tersangkut di lemari
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Komisioner Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas) Bekto Suprapto meminta, Polri profesional dalam mengusut peluru nyasar ke gedung DPR.

Bekti mengatakan, Polri perlu memanfaatkan ahli balistik di laboratorium forensik untuk mengungkap kasus tersebut agar terang benderang.

“Sebaiknya Polri tetap bekerja profesional dan mandiri dengan memanfaatkan ahli balistik, karena ahli balistik akan dapat mengungkap dari mana arah tembakan berasal, kaliber peluru, senjata yang dipakai dan sebagainya,” kata Bekto melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (17/10/2018) malam.

Baca juga: Polri Minta Masyarakat Tetap Tenang soal Peluru Nyasar Gedung DPR

Bekto juga meminta semua pihak tenang dan menyerahkan kepercayaan kepada kepolisian untuk menangani kasus tersebut.

“Polri sudah pintar-pintar, tidak akan terpengaruh oleh rumor atau tekanan darimanapun,” kata Bekto.

Kompolnas, kata Bekto, akan terus menjaga masalah profesionalisme dan kemandirian Polri.

Sebelumnya, dua lubang yang diduga terkena peluru nyasar kembali ditemukan di ruang kerja anggota DPR Rabu (17/10/2018).

Baca juga: Dua Pegawainya Jadi Tersangka Peluru Nyasar di DPR, Ini Kata Kemenhub

Satu lubang ditemukan di tembok ruang kerja anggota DPR dari Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya, Ruang 1008, Lantai 10, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Satu lubang lagi ditemukan di ruang kerja anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Totok Daryanto di Ruang 2003, Lantai 20.

Pada Senin (15/10/2018), peluru menembus ruangan dua anggota DPR, yaitu ruangan 1313 milik Anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnomo dan ruangan 1601 milik Anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw.

Polisi kemudian menetapkan I dan R, dua pegawai Kemenhub sebagai tersangka untuk kasus ini. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Kutai Timur DIpecat dari PPP

Jadi Tersangka KPK, Ketua DPRD Kutai Timur DIpecat dari PPP

Nasional
Survei: 64,1 Persen Responden Nilai Yasonna Paling Layak Di-reshuffle, Terawan 52,4 Persen

Survei: 64,1 Persen Responden Nilai Yasonna Paling Layak Di-reshuffle, Terawan 52,4 Persen

Nasional
Survei IPO: 72,9 Persen Responden Anggap Perlu Ada Reshuffle di Kabinet Jokowi

Survei IPO: 72,9 Persen Responden Anggap Perlu Ada Reshuffle di Kabinet Jokowi

Nasional
7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Covid-19

7 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Covid-19

Nasional
Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Jubir: Masih Ada Pembawa Virus tapi Tak Mampu Lindungi Orang Lain

Kasus Covid-19 Masih Bertambah, Jubir: Masih Ada Pembawa Virus tapi Tak Mampu Lindungi Orang Lain

Nasional
1.447 Kasus Baru Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Penambahan Tertinggi

1.447 Kasus Baru Covid-19, Ini 5 Provinsi dengan Penambahan Tertinggi

Nasional
Soal Reshuffle, PKS: Kita Serahkan ke Pak Jokowi, PKS Oposisi...

Soal Reshuffle, PKS: Kita Serahkan ke Pak Jokowi, PKS Oposisi...

Nasional
Hingga 4 Juli, Ada 38.890 ODP dan 14.205 PDP Covid-19 di Indonesia

Hingga 4 Juli, Ada 38.890 ODP dan 14.205 PDP Covid-19 di Indonesia

Nasional
Jubir Pemerintah: Tak Semua Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit

Jubir Pemerintah: Tak Semua Pasien Covid-19 Dirawat di Rumah Sakit

Nasional
Hingga 4 Juli, Jumlah Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19 Mencapai 894.428

Hingga 4 Juli, Jumlah Spesimen Diperiksa Terkait Covid-19 Mencapai 894.428

Nasional
Menurut Politisi PKB, Dua Menteri Ini Layak Kena Reshuffle

Menurut Politisi PKB, Dua Menteri Ini Layak Kena Reshuffle

Nasional
UPDATE 4 Juli: 3.089 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Tambah 53

UPDATE 4 Juli: 3.089 Orang Meninggal Akibat Covid-19, Tambah 53

Nasional
UPDATE 4 Juli: Bertambah 651, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 28.219

UPDATE 4 Juli: Bertambah 651, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 28.219

Nasional
Amien Rais Sarankan Jokowi Pilih Menteri Berwatak Kerakyatan apabila Ingin Reshuffle Kabinet

Amien Rais Sarankan Jokowi Pilih Menteri Berwatak Kerakyatan apabila Ingin Reshuffle Kabinet

Nasional
UPDATE 4 Juli: Tambah 1.447, Total Ada 62.142 Kasus Covid-19 di Indonesia

UPDATE 4 Juli: Tambah 1.447, Total Ada 62.142 Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X