Bawaslu Selidiki Dugaan Pelanggaran Iklan Kampanye Jokowi-Ma'ruf di Surat Kabar

Kompas.com - 17/10/2018, 17:23 WIB
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018). Reza JurnalistonAnggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) menyelidiki dugaan pelanggaran iklan kampanye yang dilakukan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di sebuah surat kabar.

Disinyalir, pasangan nomor urut 01 tersebut melakukan "curi start" dengan berkampanye menggunakan metode iklan di media massa. Padahal, metode iklan kampanye baru boleh dilakukan 21 hari menjelang masa kampanye.

Namun, Bawaslu hingga saat ini masih mencari keberadaan unsur kampanye di dalam iklan tersebut.

"Ini lagi dicari unsurnya, apakah itu termasuk iklan kampanye atau enggak," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018).


Baca juga: KPU Tegaskan Ada Aturan Lokasi Pemasangan Videotron untuk Kampanye

Bawaslu menduga, memang ada pelanggaran yang dilakukan. Sebab, iklan tersebut memuat citra diri paslon berupa nomor urut, foto, dan tagline. Dalam iklan juga tercantum nomor rekening yang bisa digunakan publik untuk berdonasi.

Namun, hingga saat ini Bawaslu masih dalam proses mengkaji, dan belum sampai kepada temuan.

"Dugaannya memang ada, ada ya, tapi kita masih mengkaji buat menjadikannya sebagai temuan. Kami sedang perintahkan bagian penanganan pelanggaran buat tindak lanjutinya. Tapi ini masih obrolan ya, belum pleno," ujar Bagja.

"Tapi kemungkinan besar akan ditindaklanjuti," sambungnya.

Baca juga: Belum Tentu Jokowi-Maruf yang Kena Sanksi jika Pelanggaran Kampanye Terbukti

Bagja menambahkan, penyelidikan dugaan pelanggaran tidak hanya dilakukan oleh Bawaslu, tetapi juga Sentra Gakumdu yang terdiri dari kepolisian dan jaksa.

Iklan pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dimuat dalam surat kabar Media Indonesia yang terbit Rabu (17/10/2018). Dalam iklan tersebut, tertulis 'Jokowi-Ma'ruf Amin untuk Indonesia', dengan gambar Jokowi dan Ma'ruf disertai angka 01 sebagai nomor urut pasangan calon.

Dalam iklan juga tertera nomor rekening untuk penyaluran donasi dan sebuah nomor ponsel.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X