Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Kompas.com - 16/10/2018, 16:58 WIB
Ketua Kwartir Nasional Pramuka 2018-2023, Budi Waseso memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9/2018). Budi Waseso (Buwas) terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka periode 2018-2023, pada Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka, setelah memperoleh 19 suara, unggul dari calon incumbent Adhyaksa Dault yang memperoleh 14 suara dan calon lainnya Jana T. Anggadiredja 2 suara.ANTARA FOTO/JOJON Ketua Kwartir Nasional Pramuka 2018-2023, Budi Waseso memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9/2018). Budi Waseso (Buwas) terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka periode 2018-2023, pada Musyawarah Nasional (Munas) X Gerakan Pramuka, setelah memperoleh 19 suara, unggul dari calon incumbent Adhyaksa Dault yang memperoleh 14 suara dan calon lainnya Jana T. Anggadiredja 2 suara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso memastikan Pramuka adalah organisasi yang netral, tidak memiliki kepentingan politik apapun.

Hal itu diungkapkan setelah Budi Waseso atau Buwas memastikan sejumlah orang berseragam Pramuka yang meneriakkan "2019 Ganti Presiden" dalam video viral, bukanlah anggota Pramuka.

"Pramuka memang Pramuka, bukan untuk kepentingan apa-apa. Kita adalah bagian dari negara bangsa ini, kita bekerja untuk kepentingan negara bangsa ini," ucap Buwas saat konferensi pers di Gedung Kwarnas, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (16/40/2018).

"Jadi kita tidak bekerja untuk kepentingan-kepentingan kelompok, apalagi perorangan, tidak ada," ucap dia.

Baca juga: Buwas Pastikan yang Teriak 2019 Ganti Presiden dalam Video Viral Bukan Anggota Pramuka

Buwas pun mengaku sudah memesankan soal netralitas Pramuka kepada anggotanya hingga level kabupaten/kota atau Kwartir Cabang (Kwarcab).

Ia meminta anggotanya untuk tidak terpancing dan tetap menjalankan tugas serta janjinya sebagai anggota Pramuka.

"Saya sudah ke bawah, sudah menyampaikan sampai ke Kwarcab, kita tidak mengikuti kegiatan-kegiatan di situ, kita fokus pada koridor sebagai Pramuka, apa tugas Pramuka, kegiatannya apa ya kita mengacu pada itu," tuturnya.

Sebelumnya, terdapat video berdurasi 1 menit viral di media sosial beberapa hari terakhir. Dalam video tersebut, ratusan anggota Pramuka meneriakkan kata-kata "2019 Ganti Presiden".

Baca juga: Jubir Jokowi-Maruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak 2019 Ganti Presiden

Kata-kata "Ganti Presiden 2019" diucapkan oleh anak-anak yang mengenakan pakaian Pramuka. Pengucapan kata-kata tersebut dibimbing oleh beberapa orang yang tidak mengenakan pakaian pramuka.

Di tengah peserta berseragam Pramuka, terdapat beberapa orang yang mengenakan pakaian putih. Di akhir-akhir video, peserta juga dituntun mengucapkan kata-kata takbir. Belum jelas di mana video tersebut diambil.

Video tersebut diprotes Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Menurutnya, video tersebut mengeksploitasi gerekan pramuka untuk dijadikan objek politik.

Buwas sendiri sudah memastikan orang-orang berseragam Pramuka dalam video itu bukanlah anggota Pramuka.

Ia juga memastikan bahwa seragam yang dikenakan orang-orang dalam video tersebut hanya menyerupai seragam Pramuka.

Buwas pun menyerahkan kepada pihak lain untuk menindaklanjuti, jika memang terdapat indikasi pelanggaran dalam kegiatan di video tersebut.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya


Close Ads X