Wapres Pertimbangkan Pinjaman Rp 15,2 Triliun dari ADB untuk Sulteng

Kompas.com - 16/10/2018, 16:29 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada upacara Penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (13/10). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye/18 ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoWakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pidato pada upacara Penutupan Asian Para Games 2018 di Stadion Madya GBK, Jakarta, Sabtu (13/10). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye/18
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan pemerintah belum mengambil keputusan soal tawaran pinjaman 1 miliar dollar atau Rp 15,2 triliun (kurs 15.200) dari Bank Pembangunan Asia (ADB).

"Ya namanya tawaran nanti kamu pertimbangkan karena kebutuhan kita tidak sebesar itu juga," ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Kalla menyampaikan terimakasih kepada ADB atas tawaran pinjaman Rp 15,2 triliun tersebut. Akan tetapi, menurut dia, pemerintah akan lebih hati-hati mengambil keputusan terkait tawaran tersebut.

Baca juga: ADB Bantu 1 Miliar Dollar AS untuk Penanganan Bencana di Sulteng

Meski begitu, Kalla menilai tawaran dari ADB sangat menarik. Sebab, pinjaman itu merupakan pinjaman jangka panjang dengan jangka waktu lebih dari 30 tahun.

"Jadi lebih menarik sebenarnya dibanding dengan apabila kita memakai dana APBN yang ada. Tapi kami tidak boleh berlebihan," kata dia.

Sebelumya, Kalla memang mengatakan bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah pasti membutuhkan anggaran yang besar.

Namun, ia menegaskan pemerintah masih akan menghitung lebih dulu kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah.

Baca juga: 3 Lokasi Ini Dipertimbangkan Jadi Area Hunian Tetap Bagi Korban Gempa Sulteng

Sebelumnya, Bank Pembangunan Asia (ADB) secara resmi memberikan tawaran bantuan senilai 1 miliar dollar AS bagi Indonesia yang diperuntukkan bagi penanganan daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah.

Bantuan berupa pinjaman anggaran darurat dan pinjaman proyek tersebut disampaikan Presiden ADB Takehiko Nakao kepada Presiden Joko Widodo dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

"Bantuan 1 miliar dollar AS itu terdiri atas pinjaman bantuan anggaran darurat 500 juta dollar AS. ADB juga siap memberi pembiayaan tambahan sekitar 500 juta dollar AS melalui pinjaman proyek," kata Nakao melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/10/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X