Usung Ma'ruf Amin Jadi Cawapres, Cak Imin Targetkan PKB Raih 100 Kursi DPR

Kompas.com - 14/10/2018, 13:16 WIB
Cawapres Maruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar dalam acara konsolidasi dan launching nomor urut PKB di DBL Arena, Jl. A. Yani, Surabaya, Sabtu (29/9/2018)KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Cawapres Maruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar dalam acara konsolidasi dan launching nomor urut PKB di DBL Arena, Jl. A. Yani, Surabaya, Sabtu (29/9/2018)

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin optimistis keputusan partainya mengusung Ma'ruf Amin sebagai cawapres Joko Widodo berdampak positif pada perolehan kursi PKB di DPR.

Menurut Muhaimin, PKB menargetkan perolehan jumlah kursi di DPR sebanyak 100 kursi di Pemilu 2019.

Pada Pemilu 2014, PKB meraih 47 kursi di DPR.

Baca juga: Kelakar Cak Imin soal Jokowi Lebih Memilih Maruf Amin Ketimbang Dirinya

"Masih jauh, sehingga (dulu) aspirasi kami belum sepenuhnya bisa dimaksimalkan. Insya Allah dengan Kiai Ma'ruf sebagai cawapres, insya Allah PKB minimal 100 kursi di DPR RI," kata Muhaimin di depan kader dan simpatisan PKB di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

"Kenapa kita butuh banyak? Jawabannya kita ingin mewarnai lebih baik lagi bangsa ini," lanjut dia.

Ia menilai kiprah Ma'ruf di Nahdlatul Ulama (NU) dan PKB akan membawa efek positif tersendiri bagi partai nanti.

Baca juga: Cak Imin: Sahabat Itu Penolong dalam Kesulitan, Jangan Putus Gara-gara Politik

"Siapa pun pemerintahannya tidak bisa lepas dari NU dan PKB," ujar Muhaimin. 

Di sisi lain, Muhaimin juga menargetkan perolehan suara PKB pada Pemilu 2019 sekitar 20 juta suara.

Pada Pemilu 2014, PKB memperoleh 11.298.957 suara.

"Insya Allah meningkat 20 juta suara," kata dia.



Terkini Lainnya

KPAI: Iklan Rokok di Internet Lebih Parah Dibanding di Televisi

KPAI: Iklan Rokok di Internet Lebih Parah Dibanding di Televisi

Nasional
TKN Sebut Permintaan Perlindungan Saksi Tim Hukum 02 Dramatisasi Belaka

TKN Sebut Permintaan Perlindungan Saksi Tim Hukum 02 Dramatisasi Belaka

Nasional
Sudah 800 Hari, Tak Ada Kemajuan dalam Kasus Novel Baswedan

Sudah 800 Hari, Tak Ada Kemajuan dalam Kasus Novel Baswedan

Nasional
Minta Sidang Ditunda karena Lelah, Kuasa Hukum 02 Singgung Kematian Petugas KPPS

Minta Sidang Ditunda karena Lelah, Kuasa Hukum 02 Singgung Kematian Petugas KPPS

Nasional
Ahli 02: Situng Harusnya Terstandarisasi, Apalagi Skala Nasional

Ahli 02: Situng Harusnya Terstandarisasi, Apalagi Skala Nasional

Nasional
Di Sidang MK, Saksi Ungkap TKN Ajarkan Kecurangan dalam Pelatihan Saksi

Di Sidang MK, Saksi Ungkap TKN Ajarkan Kecurangan dalam Pelatihan Saksi

Nasional
Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Nasional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Nasional
Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Nasional
'Patroli' WhatsApp Baru Dilakukan Polisi setelah Ada Tersangka

"Patroli" WhatsApp Baru Dilakukan Polisi setelah Ada Tersangka

Nasional

Close Ads X