Kelakar Cak Imin soal Jokowi Lebih Memilih Ma'ruf Amin Ketimbang Dirinya

Kompas.com - 14/10/2018, 12:56 WIB
Cawapres Maruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar dalam acara deklarasi dan konsolidasi PKB di DBL Arena, Jl. A. Yani, Surabaya, Sabtu (29/9/2018).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Cawapres Maruf Amin didampingi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua DPW PKB Jatim Halim Iskandar dalam acara deklarasi dan konsolidasi PKB di DBL Arena, Jl. A. Yani, Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

DEPOK, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin berkelakar soal mengapa Presiden Joko Widodo lebih memilih Ma'ruf Amin menjadi cawapres ketimbang dirinya.

Menurut Cak Imin, banyak kader PKB yang mempertanyakan hal tersebut kepadanya.

"Tentu kader-kader yang fanatik pada ketum, 'Kenapa bukan Cak Imin tapi Kiai Ma'ruf?'. Ada yang bertanya begitu kan? Kiai Ma'ruf 20 kali lipat lebih hebat daripada Cak Imin," kata dia di depan kader dan simpatisan PKB, di Graha Insan Cita, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Menurut Muhaimin, Ma'ruf memiliki kapasitas yang lebih kuat dibanding dirinya.

Baca juga: Kunjungi Yogyakarta, Maruf Amin Akan Temui Sri Sultan HB X

Ma'ruf, kata Cak Imin, sosok yang mewakili simbol ulama, santri, dan nasionalis-agamis.

Tiga simbol itu yang dinilainya membuat Ma'ruf terpilih sebagai cawapres Jokowi.

"Lah Cak Imin kan sama simbolnya? Beda. Saya jarang pakai sarung, Pak Kiai selalu pakai sarung. Kadang-kadang saya enggak pakai kopiah, Kiai Ma'ruf selalu memakai. Ya salah sendiri sampeyan enggak pakai sarung dan kopiah," canda Muhaimin disambut gelak tawa mereka yang hadir.

Yang terpenting, lanjut Muhaimin, Jokowi dan Ma'ruf merupakan kombinasi nasionalis-agamis yang terbaik.

Menurut dia, dalam menjalankan pemerintahan yang memenuhi aspirasi masyarakat, diperlukan sosok untuk memastikan bahwa pemerintahan dijalankan sesuai nilai-nilai agama.

Baca juga: Maruf Amin Gerilya di Kantong-Kantong Prabowo

 

Tanpa nilai agama, kata dia, jalannya pemerintahan akan melenceng.

Selain itu, Ma'ruf diharapkan menjadi jembatan bagi umat Islam, khususnya kalangan santri agar bisa mendapatkan masa depan yang lebih baik lagi.

"Apa yang disampaikan Kiai? 'Saya adalah jembatan emas bagi kalangan santri dan muslimin untuk menentukan masa depan di masa yang akan datang'" kata dia.

"Berarti kita enak tinggal jalan di atas jembatannya? Kita akan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik diawali dengan sosok Kiai Ma'ruf," lanjut Cak Imin.

.

.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Jokowi Pilih Ma'aruf Amin



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Ini Nama 9 Perwira Tinggi Polri yang Daftar Seleksi Capim KPK

Ini Nama 9 Perwira Tinggi Polri yang Daftar Seleksi Capim KPK

Nasional
KPAI: Iklan Rokok di Internet Lebih Parah Dibanding di Televisi

KPAI: Iklan Rokok di Internet Lebih Parah Dibanding di Televisi

Nasional
TKN Sebut Permintaan Perlindungan Saksi Tim Hukum 02 Dramatisasi Belaka

TKN Sebut Permintaan Perlindungan Saksi Tim Hukum 02 Dramatisasi Belaka

Nasional
Sudah 800 Hari, Tak Ada Kemajuan dalam Kasus Novel Baswedan

Sudah 800 Hari, Tak Ada Kemajuan dalam Kasus Novel Baswedan

Nasional
Minta Sidang Ditunda karena Lelah, Kuasa Hukum 02 Singgung Kematian Petugas KPPS

Minta Sidang Ditunda karena Lelah, Kuasa Hukum 02 Singgung Kematian Petugas KPPS

Nasional
Ahli 02: Situng Harusnya Terstandarisasi, Apalagi Skala Nasional

Ahli 02: Situng Harusnya Terstandarisasi, Apalagi Skala Nasional

Nasional
Di Sidang MK, Saksi Ungkap TKN Ajarkan Kecurangan dalam Pelatihan Saksi

Di Sidang MK, Saksi Ungkap TKN Ajarkan Kecurangan dalam Pelatihan Saksi

Nasional
Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Dengar Kesaksian Para Saksi, TKN Nilai Gugatan 02 Sulit Dikabulkan MK

Nasional
Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Otto dan Maqdir Bukan Kuasa Hukum Sjamsul Nursalim Terkait Kasus Pidana BLBI

Nasional
Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Jokowi Bertolak ke Surabaya, Kondangan hingga Bagikan Sertifikat

Nasional
Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Sidang MK Hari Ini, KPU Akan Hadirkan 15 Saksi dan 2 Ahli

Nasional
Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Ahli Prabowo-Sandi Sebut Ada 27 Juta 'Ghost Voters' Dalam Pemilu 2019

Nasional
Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Ahli 02: Di Situng, Suara Prabowo-Sandi Turun, Jokowi-Ma'ruf Selalu Naik

Nasional
Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Berbekal Dokumen RDP DPR, Pihak Sjamsul Nursalim Sebut Kasus BLBI Tak Bisa Diselidiki

Nasional
Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Percepat Kongres, PDI-P Ingin Sinkronkan Agenda Nasional dan Partai

Nasional

Close Ads X