Cerita Prabowo soal Kena Flu dan Risiko Politik - Kompas.com

Cerita Prabowo soal Kena Flu dan Risiko Politik

Kompas.com - 12/10/2018, 23:57 WIB
Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menginspeksi peserta apel setelah pelaksanaan Munaslub di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/14) KOMPAS/RIZA FATHONI Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto menginspeksi peserta apel setelah pelaksanaan Munaslub di Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/9/14)

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku sedang terkena flu. Hal itu ia sampaikan saat berpidato di acara silaturahim kebangsaan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jumat (12/10/2018).

Menurut Prabowo, penyakit flu yang dialaminya merupakan risiko padatnya kegiatan selama tahapan Pilpres 2019 berjalan. Sebab, kata dia, belakangan ini ia cukup sering bertemu dengan elemen masyarakat.

"Saya sebetulnya sedang flu. Rupanya politik ini risikonya banyak, maksud saya risiko kena flu. Resiko lain banyak juga gitu," kata Prabowo disambut gelak tawa tamu yang hadir.

Ia menceritakan, saat bertemu masyarakat, mereka ingin bersalaman, menyapa, bahkan mencium dirinya. Prabowo juga mengaku sering diminta untuk mencium atau menggendong anak yang dibawa oleh ibu-ibu yang menemui dirinya.

Baca juga: Prabowo Sebut Indonesia Jalankan Ekonomi Kebodohan, Stafsus Jokowi Beberkan Faktanya...

"Kalau kita keliling, rakyat kita ingin selalu bersentuhan, cium tangan, ada yang mau cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri), terutama orang tua ada yang membawa bayi, saya sudah lihat pasti mintanya digendong dan dicium. Ya itu memang politik seperti itu," paparnya.

Bahkan, kata dia, ada warga yang rela menempuh perjalanan jauh dan waktu yang panjang hanya untuk bertemu dengan dirinya. Oleh karena itu, dirinya juga harus menghormati mereka.

"Ada yang 3 jam datang dari desanya, ada yang pernah saya tanya 14 jam bahkan dari desanya dia harus nyebrang, dia datang, dia juga urunan dari kawan-kawan. Dan itu risiko, kita harus mau (menyapa)," ungkapnya.

Baca juga: PKS Sebut Prabowo Masih Mengatur Ritme Kampanye

Prabowo menuturkan di tengah kepadatannya menyapa masyarakat, terkadang kondisi fisiknya bisa rentan terkena penyakit. Meski demikian, ia akan tetap melayani masyarakat yang menyapanya dengan sebaik mungkin.

"Dan akhirnya sering kita kena virus dan sebagainya. Tapi itu risiko," katanya.

Menurut dia, perjuangan yang dilakukan masyarakat ketika bertemu dengan calon pemimpinnya harus dihargai dengan menjaga kepercayaan mereka.

Prabowo menegaskan, calon pemimpin tak boleh bermain-main dengan nasib bangsa.

"Tidak boleh kita mengakali atau membohongi rakyat itu sangat berbahaya," kata dia.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Dijual via Instagram, Bayi Berusia 3 Hari Laku Rp 3,8 Juta

Regional
Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Terkait Suap Izin Meikarta, Bupati Bekasi dan 4 Pejabat Lainnya Diduga Terima Rp 7 Miliar

Nasional
Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Kasus Dugaan Suap Proyek Meikarta, KPK Tangkap Bupati Bekasi

Nasional
Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Warga Cililitan Tuntut Kepastian Pembayaran Ganti Rugi Lahan

Megapolitan
Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Pemerintah Percepat Kota Layak Anak di 128 Kabupaten/Kota

Regional
Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Diduga Suap Bupati Bekasi, Petinggi Lippo Group Billy Sindoro Jadi Tersangka

Nasional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 8 Orang Lain sebagai Tersangka

Nasional
KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

KPK: Bupati Bekasi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Perizinan Meikarta

Nasional
Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Fraksi PDI-P Sarankan Pemprov DKI Gaji Penarik Becak untuk Layani Wisatawan

Megapolitan
Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Bacakan Pleidoi, Kuasa Hukum Minta FN Dibebaskan dari Dakwaan dan Tuntutan Pidana

Regional
Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Selain Bupati Bekasi, KPK Tetapkan 3 Kepala Dinas dan 1 Pejabat sebagai Tersangka

Nasional
Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada 'Re-route' Angkutan Umum

Jalan Jatibaru Raya Dibuka Lagi, Tak Ada "Re-route" Angkutan Umum

Megapolitan
Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Jenazah Bayi Ditemukan di Tempat Sampah Kawasan Stasiun Tanah Abang

Megapolitan
KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

KPK Tetapkan Bupati Bekasi sebagai Tersangka

Nasional
Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Indonesia Menari, Cara Dekatkan Warga Bandung dengan Tari Tradisional

Regional
Close Ads X