PAN Minta Andi Arief Sampaikan Kritik Langsung, Bukan di Twitter - Kompas.com

PAN Minta Andi Arief Sampaikan Kritik Langsung, Bukan di Twitter

Kompas.com - 12/10/2018, 23:25 WIB
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno seusai pertemuan dengan Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno seusai pertemuan dengan Tim Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di rumah pemenangan PAN, Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (8/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno menyayangkan kritik yang dilontarkan Andi Arief terhadap calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Eddy menyarankan Wakil Sekjen Partai Demokrat itu untuk memberikan kritik dan masukan dalam forum rapat resmi Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga.

“Silakan datang ke rapat-rapat Badan Pemenangan Nasional saja dan sampaikan aspirasi, kritik dan masukannya di forum rapat, ketimbang di forum publik,” kata Eddy saat dihubungi, Jumat (12/10/2018).

Andi Arief sebelumnya menyebut Prabowo tak serius menghadapi pilpres. Sebab, Ketua Umum Partai Gerindra itu jarang turun ke daerah dan menyapa masyarakat. Kritik itu disampaikan Andi lewat akun Twitternya, Jumat siang tadi.

Baca juga: Andi Arief Nilai Prabowo Kurang Serius Mau Jadi Presiden

Namun, Eddy Soeparno menilai pandangan Andi itu salah karena ia memang tak pernah ikut dalam rapat Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga. Oleh karena itu, Andi tak mengetahui diskusi-diskusi di internal koalisi soal pembahasan agenda kampanye Prabowo ke depan.

Kalau pun Andi tak mempunyai waktu untuk menghadiri rapat, ia menyarankan agar Andi tetap menyampaikan kritik dan masukannya langsung kepada salah satu anggota Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga. Ia menyesalkan jika kritik justru disampaikan di ruang publik.

“Saya khawatir masukannya bisa terdistorsi bahkan ada salah pengertian,” ujar Eddy.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X