"Kalau Politik Enggak Adu Gagasan, Rakyat Kita Enggak Cerdas-cerdas" - Kompas.com

"Kalau Politik Enggak Adu Gagasan, Rakyat Kita Enggak Cerdas-cerdas"

Kompas.com - 12/10/2018, 11:14 WIB
Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019.MAULANA MAHARDHIKA Capres urut 1 Joko Widodo dan nomor urut 2 Prabowo Subianto berjalan bersama pada Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Deklarasi tersebut bertujuan untuk memerangi hoaks, ujaran kebencian dan politisasi SARA agar terciptanya suasana damai selama penyelenggaraan Pilpres 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mengatakan, calon presiden dan calon wakil presiden peserta Pemilu 2019 beserta tim suksesnya belum menghadirkan adu ide, gagasan, dan adu solusi terkait permasalahan bangsa.

Menurut dia, kedua kubu masih berkutat pada cara instan demi meningkatkan elektoral, yakni dengan menjatuhkan rival melalui mobilisasi isu-isu tertentu.

"Padahal kan persoalan yang dihadapi bangsa dan negara ini banyak. Harusnya ya sampaikan dong ke masyarakat, apa solusinya agar masyarakat memilih dia," ujar Romli kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018).

Baca juga: Para Capres dan Timses Diingatkan Adu Gagasan, Tak Hanya Saling Serang


Romli mengatakan, kedua kubu seharusnya memperdebatkan solusi beberapa persoalan bangsa seperti pembangunan ekonomi, memperbaiki kondisi moneter, politik luar negeri dalam rangka membela kepentingan nasional. penegakan hukum dan HAM, hingga kebebasan beragama dan perlindungan terhadap kelompok minoritas. 

"Namun yang heboh di media massa malah politik nihil adu gagasan. Saya yakin ya, kalau enggak politik adu gagasan, adu ide, adu solusi, rakyat Indonesia enggak akan cerdas cerdas," ujar Romli.

Baca juga: Jokowi Ajak Adu Gagasan, Rekam Jejak, Prestasi dalam Pemilu

Politik saling serang dengan memobilisasi isu tertentu, menurut Romli, justru tak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

Romli berharap, kondisi ini disadari masing-masing capres beserta tim suksesnya sehingga mengubah strategi dari politik saling serang menjadi politik adu gagasan serta adu solusi persoalan bangsa.

"Mumpung masa kampanye masih lama, hentikanlah politik nihil gagasan ini," ujar dia.

.

.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Visi dan Misi


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X