Eni: Idrus Berkelakar, Kotjo Pengusaha Besar, Zakatnya Harus Diberikan ke Organisasi

Kompas.com - 12/10/2018, 10:29 WIB
Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih mengaku pernah mengajak mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham untuk bertemu dengan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Menurut Eni, dalam pertemuan itu Idrus sempat meminta agar Kotjo memberikan uang untuk Partai Golkar.

Hal itu dikatakan Eni saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (11/10/2018). Eni bersaksi untuk terdakwa Johannes Kotjo.

"Waktu itu kami ngobrol bersilaturahim dan saling memuji. Pak Idrus kemudian berkelakar, Pak Kotjo kan pengusaha besar, zakatnya harus diberikan ke lembaga atau organisasi," kata Eni kepada majelis hakim.


Baca juga: Eni Beri Tahu Airlangga Hartarto soal Proyek yang Bisa Menguntungkan Golkar

Menurut Eni, Kotjo diminta untuk memberikan sumbangan kepada Partai Golkar. Saat itu, Idrus mengatakan kepada Kotjo agar membantu keperluan biaya yang dibutuhkan Eni.

"Pak Idrus minta Kotjo membantu saya kalau ada kegiatan umat, organisasi. Karena Kotjo kan pengusaha besar, zakatnya banyak, jadi kalau mau bantu organisasi tidak masalah," kata Eni.

Dalam kasus ini, Kotjo didakwa memberikan uang Rp 4,7 miliar kepada Eni Maulani Saragih.

Baca juga: 7 Pengakuan Eni soal Keterlibatan Setya Novanto hingga Dirut PLN Sofyan Basir

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.

Proyek tersebut rencananya dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo.

Menurut jaksa, Eni beberapa kali mengadakan pertemuan antara Kotjo dan pihak-pihak terkait, termasuk Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Hal itu dilakukan Eni untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek PLTU.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

PP Muhammadiyah: Jangan Ada Lagi Pernyataan Elite yang Menimbulkan Kebencian

PP Muhammadiyah: Jangan Ada Lagi Pernyataan Elite yang Menimbulkan Kebencian

Nasional
TKN Bentuk Tim Hukum Sengketa Pilpres di MK, Yusril Jadi Ketuanya

TKN Bentuk Tim Hukum Sengketa Pilpres di MK, Yusril Jadi Ketuanya

Nasional
Quraish Shihab: Semua yang Menimbulkan Keretakan Bangsa Harus Dihindari

Quraish Shihab: Semua yang Menimbulkan Keretakan Bangsa Harus Dihindari

Nasional
Jumat Siang, Prabowo-Sandiaga Daftarkan Gugatan Sengketa Pilpres ke MK

Jumat Siang, Prabowo-Sandiaga Daftarkan Gugatan Sengketa Pilpres ke MK

Nasional
TKN Sayangkan Kerusuhan yang Sebabkan Korban

TKN Sayangkan Kerusuhan yang Sebabkan Korban

Nasional
Tiga Anggota DPRD Sumut Dihukum 4 Tahun Penjara

Tiga Anggota DPRD Sumut Dihukum 4 Tahun Penjara

Nasional
Polri Tangkap Dua Tersangka Perusuh 22 Mei dari Kelompok Afiliasi ISIS

Polri Tangkap Dua Tersangka Perusuh 22 Mei dari Kelompok Afiliasi ISIS

Nasional
6 Hoaks dan Cek Fakta Kerusuhan 22 Mei 2019, Brimob China hingga Ambulans Gerindra

6 Hoaks dan Cek Fakta Kerusuhan 22 Mei 2019, Brimob China hingga Ambulans Gerindra

Nasional
Pascakerusuhan, Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam

Pascakerusuhan, Polri Akui Ada Satu Korban Tewas akibat Peluru Tajam

Nasional
Tim Hukum KPU Sudah Mulai Bekerja untuk Hadapi Sengketa Pemilu di MK

Tim Hukum KPU Sudah Mulai Bekerja untuk Hadapi Sengketa Pemilu di MK

Nasional
Diperiksa 6 Jam, Menag Jelaskan ke KPK soal Temuan Uang di Laci Meja Kerja

Diperiksa 6 Jam, Menag Jelaskan ke KPK soal Temuan Uang di Laci Meja Kerja

Nasional
Alwi Shihab Ajak Ulama, Habib, Massyaikh, Kiai Imbau Masyarakat yang Sejuk-sejuk

Alwi Shihab Ajak Ulama, Habib, Massyaikh, Kiai Imbau Masyarakat yang Sejuk-sejuk

Nasional
KPU: Sengketa Hasil Pilpres Diajukan Paling Lambat Jumat Pukul 24.00

KPU: Sengketa Hasil Pilpres Diajukan Paling Lambat Jumat Pukul 24.00

Nasional
Gerakan Suluh Kebangsaan: Mari Kita Jaga Bangsa Ini agar Terawat

Gerakan Suluh Kebangsaan: Mari Kita Jaga Bangsa Ini agar Terawat

Nasional
Hingga Kamis Pagi, Polri Sebut 300 Perusuh di Wilayah Jakarta Sudah Diamankan

Hingga Kamis Pagi, Polri Sebut 300 Perusuh di Wilayah Jakarta Sudah Diamankan

Nasional

Close Ads X