22 Relawan Asing Ditolak Masuk Palu, Ini Alasannya - Kompas.com

22 Relawan Asing Ditolak Masuk Palu, Ini Alasannya

Kompas.com - 12/10/2018, 08:39 WIB
Relawan asing yang dipulangkan dari Palu karena keberadaannya dinilai tidak dibutuhkan lagi.Deutsche Welle Relawan asing yang dipulangkan dari Palu karena keberadaannya dinilai tidak dibutuhkan lagi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 22 relawan asing dari sejumlah negara ditolak masuk ke kawasan Kota Palu.

Mereka terdiri dari 5 relawan asal Nepal, 8 orang Meksiko, 8 orang asal China, dan 1 orang asal Australia.

Alasan penolakan relawan asing ini karena mereka tidak memiliki mitra lokal berbentuk organisasi sebagai salah satu syarat izin relawan asing terjun langsung ke daerah bencana.

Selain itu, 22 relawan asing tersebut juga tak mengantongi syarat lainnya, seperti tidak adanya barang bantuan yang dibutuhkan oleh Pemerintah Indonesia yang mereka bawa.


Baca juga: Pemulangan Relawan Asing Jadi Polemik, Bagaimana Aturannya?

Pemerintah Indonesia menerima bantuan asing terbatas pada empat items yang dibutuhkan, yaitu transportasi udara, genset, tenda, dan water treatment.

Selain itu, ke-22 relawan juga tidak pernah mengajukan permohonan tertulis ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) atau kedutaan besar (Kedubes) masing-masing mengenai izin pemberian bantuan.

Padahal, syarat tersebut wajib bagi relawan asing yang ingin terjun langsung ke daerah bencana.

"Kebijakan mengenai relawan asing diambil bukan dengan maksud untuk mencegah relawan asing memasuki Sulawesi Tengah, tapi untuk memastikan bahwa mereka mengutamakan koordinasi dengan tim atau badan di Indonesia yang memimpin proses penyelamatan dan upaya upaya pemulihan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Baca juga: 8 Relawan Asal China Ditolak Masuk Palu

Dari 22 relawan, 8 relawan asal China hendak masuk ke Palu dengan mengklaim mendapatkan surat undangan langsung dari Bupati Sigi.

Namun, disinyalir surat tersebut palsu sehingga petugas tetap menolak mereka masuk ke Palu.

Dilaporkan, 3 dari 8 relawan asal China tersebut sempat nekat memasuki Palu meski saat ini ketiganya telah keluar dari wilayah tersebut.

Sementara, 14 relawan lainnya yang juga ditolak masuk ke daerah bencana telah difasilitasi untuk kembali ke Balikpapan dengan menggunakan pesawat Hercules Malaysia.

"WNA tersebut telah diarahkan untuk menghubungi Tim Kemlu Posko Balikpapan guna mengajukan permohonan tertulis masuk Kota Palu setiba di Balikpapan," ujar Sutopo.

Meski demikian, petugas berterima kasih atas keinginan relawan asing untuk membantu penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Hanya saja, Sutopo menegaskan, pemberian bantuan tetap harus sesuai aturan. Hal ini berlaku di setiap negara.

"Kami terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya," kata Sutopo.

Baca juga: Pemulangan Relawan Internasional dari Palu Menuai Polemik...

Gempa bermagnitudo 7,4 yang terjadi pada Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah mengakibatkan 2.073 orang meninggal dunia dan 10.679 orang luka berat.

Tercatat pula, 680 orang hilang yang diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan akibat gempa dan tsunami.

Selain itu, dilaporkan juga 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik.

67.310 rumah dan 662 sekolah tercatat rusak. Dan 22 fasilitas kesehatan serta 99 fasilitas peribadatan rusak berat.

.

.

.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Bantuan Untuk Donggala-Palu


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Megapolitan
Bukan 'Sinkhole', Ini yang Terjadi pada Jalan Ambles di Surabaya

Bukan "Sinkhole", Ini yang Terjadi pada Jalan Ambles di Surabaya

Regional
Pejabat Arab Saudi yang Dipecat dalam Kasus Khashoggi Kunjungi Israel

Pejabat Arab Saudi yang Dipecat dalam Kasus Khashoggi Kunjungi Israel

Internasional
Lengkap, Berkas Kasus Hercules Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

Lengkap, Berkas Kasus Hercules Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

Megapolitan
Lantik Dua Kepala Daerah, Ridwan Kamil Tekankan Reformasi Integritas

Lantik Dua Kepala Daerah, Ridwan Kamil Tekankan Reformasi Integritas

Regional
Wapres Kalla Yakin OTT di Kemenpora Tak Pengaruhi Persiapan Atlet

Wapres Kalla Yakin OTT di Kemenpora Tak Pengaruhi Persiapan Atlet

Nasional
Politisi Gerindra Sebut Masyarakat Tak Antusias Sambut Jokowi, Apa Kata Istana?

Politisi Gerindra Sebut Masyarakat Tak Antusias Sambut Jokowi, Apa Kata Istana?

Nasional
Satu Korban Banjir Bandang Dairi, Hanyut saat Berteduh di Gubuk Ladang

Satu Korban Banjir Bandang Dairi, Hanyut saat Berteduh di Gubuk Ladang

Regional
Berfoto Telanjang di Vatikan, Model Playboy Ditahan

Berfoto Telanjang di Vatikan, Model Playboy Ditahan

Internasional
KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

Regional
Pemprov DKI Akan Larang Penggunaan Kantong Plastik, Ini Tanggapan Pedagang Pasar

Pemprov DKI Akan Larang Penggunaan Kantong Plastik, Ini Tanggapan Pedagang Pasar

Megapolitan
KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

Nasional
6 Bayi Anjing Laut Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Selandia Baru

6 Bayi Anjing Laut Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Selandia Baru

Internasional
Ujian Akhir Semester Sekolah Berbasis Komputer Bukan Kemustahilan

Ujian Akhir Semester Sekolah Berbasis Komputer Bukan Kemustahilan

Edukasi
Filipina Klaim 'Hanya' 5.000 Orang Tewas dalam Perang Melawan Narkoba

Filipina Klaim "Hanya" 5.000 Orang Tewas dalam Perang Melawan Narkoba

Internasional

Close Ads X