JK Berharap Ada Asuransi untuk Aset Negara yang Terdampak Bencana Alam - Kompas.com

JK Berharap Ada Asuransi untuk Aset Negara yang Terdampak Bencana Alam

Kompas.com - 11/10/2018, 11:39 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (21/6/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan pers di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Kamis (21/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, perlu adanya sistem untuk mengasuransikan aset-aset negara yang rusak akibat terdampak oleh bencana alam.

Hal ini penting tak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk semua negara yang rawan bencana alam.

"Memang selalu kita berbicara ini dalam situasi yang sulit (saat ini), kalau situasi sudah baik kadang-kadang dilupakan," ujar Jusuf Kalla seperti dikutip dalam siaran pers, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Pernyataan Kalla soal pentingnya asuransi aset negara disampaikan saat menjadi pembicara dalam rangkaian dialog pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Rabu (10/10/2018).

Kalla mengatakan, bencana alam yang datang tanpa diduga tentu bisa menyebabkan banyak kerusakan yang parah.

Hal inilah yang membuat anggaran negara terbebani untuk penanggulangan hingga rekonstruksi.

Berdasarkan pengalaman Indonesia kata dia, proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana dibiayai dengan APBN, sehingga negara kesulitan untuk mempersiapkan segala sesuatunya.

Menurut Kalla, biaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana tidaklah sedikit. Oleh karena itu perlu adanya semacam asuransi aset-aset negara yang terdampak bencana.

Kalla berharap pertemuan IMF-Bank Dunia bisa membicarakan kerja sama internasional untuk rehabilitasi dan rekonstruksi apabila terjadi bencana ssehingga tak harus mengandalkan bantuan internasional.

"Kita tentu bicarakan dan bagaimana solusinya. Salah satu solusinya ialah tentu persiapan dan memberikan kesadaran dan melaksanakan apa yg dapat kita lakukan, seperti asuransi daripda bencana,"kata Kalla.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X