Kompas.com - 11/10/2018, 09:15 WIB

Meski demikian, pasokan listrik tersebut belum merata. Dilaporkan, pasokan listrik paling banyak masuk di wilayah Sigi.

Selain itu, petugas juga terus melakukan penyaluran bantuan logistik ke korban terdampak bencana.

Tercatat, jumlah logistik di Gudang Halim mencapai 105 ton, Makassar 58 ton, Balikpapan 120 ton, dan di Kota Palu 40 ton.

Untuk pendistribusian, dikerahkan 15 unit helikopter yaitu 3 unit dari BNPB, 6 unit dari TNI, 2 dari Polri, 3 dari PMI, dan 1 unit dari Basarnas

Dalam prosesnya, masih ditemukan kendala distribusi lantaran tersebarnya pos pengungsian di sejumlah titik, terutama di Donggala.

Selain itu, terbatasnya kendaraan operasional juga menjadi kendala pendistribusian.

"Masih terdapat daerah yang terputus, tidak dapat dijangkau lewat jalur darat, yaitu Desa Lende, Donggala, sehingga menyulitkan distribusi logistik bantuan. Selama ini bantuan logistik dilaksanakan melalui jalur udara atau helikopter yang kapasitasnya terbatas," jelas Sutopo.

Meski menghadapi sejumlah kendala, proses distribusi logistik terus dilakukan dan petugas berupaya membuka akses jalan menuju daerah-daerah yang sulit ditembus.

Tak hanya itu, pasokan listrik dan air bersih juga terus dikerahkan supaya sebarannya merata dan mencukupi.

Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Jumat (8/10/2018) mengakibatkan 82.775 warga terdampak mengungsi di sejumlah titik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.