Amnesty International Indonesia: Tren Hukuman Mati di Dunia Semakin Menurun - Kompas.com

Amnesty International Indonesia: Tren Hukuman Mati di Dunia Semakin Menurun

Kompas.com - 11/10/2018, 04:30 WIB
Ketua Amnesty International Usman HamidKOMPAS.com/IHSANUDDIN Ketua Amnesty International Usman Hamid

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid mengatakan, tren pelaksanaan eksekusi mati di dunia terus menurun. Pada tahun 2016, terdapat 1.032 kasus eksekusi. Jumlah tersebut kemudian menurun menjadi 993 eksekusi pada tahun 2017.

"Mengubah persepsi publik harus dari pemerintah, harus berani menjelaskan berdasarkan pendekatan yang lebih bersifat rasional, bahwa perkembangan negara-negara di dunia itu memperlihatkan kecenderungan penghapusan hukuman mati," ujar Usman di Historia Food & Bar, Jakarta Barat, Rabu (10/10/2018).

Selama ini, sebagian besar masyarakat Indonesia mendukung hukuman mati karena dipercaya dapat memberi efek jera dan menurunkan tingkat kejahatan.

Hal itu terbukti melalui survei yang dilakukan Indo Barometer tahun 2015, dengan hasil 84,1 persen mendukung hukuman mati dengan alasan tersebut, khususnya untuk kejahatan narkoba.

Baca juga: 84 Vonis Hukuman Mati Dijatuhkan Selama 2 Tahun Berturut-turut Pemerintah Indonesia Tak Lakukan Eksekusi

Selain itu, Usman juga menyebutkan soal survei Litbang Kompas pada tahun 2017. Survei tersebut menunjukkan 89,3 persen mendukung hukuman mati dengan alasan serupa terutama untuk kejahatan terorisme.

Padahal, menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam penelitian di tahun 1998 dan 2005, tidak menemukan bukti bahwa vonis hukuman mati akan menurunkan angka kejahatan.

Oleh karena persepsi inilah, Amnesty menduga sistem peradilan di Indonesia terpengaruhi. Akibatnya, masih banyak vonis hukuman mati yang dijatuhi pengadilan di Indonesia.

Oleh sebab itu, pemerintah perlu bukti-bukti ilmiah sebagai penunjang, untuk meyakinkan masyarakat bahwa itu adalah persepsi yang salah.

Baca juga: 5 Alasan Menolak Hukuman Mati Menurut Amnesty International Indonesia

"Keyakinan persepsi publik bahwa kejahatan bisa menurunkan kejahatan, bisa ditunjukkan oleh pemimpin politik dengan memperlihatkan kajian, penelitian ilmiah, bahwa itu keyakinan yang salah," kata dia.

Berdasarkan catatan Amnesty International Indonesia, selama 2017 hingga Oktober 2018, tidak ada eksekusi mati yang dilakukan.

Gelagat tersebut  tidak diikuti dengan moratorium penjatuhan vonis hukuman mati oleh pengadilan.

Amnesty mencatat, terdapat 37 vonis hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan pada periode Januari hingga Oktober 2018. Sementara sepanjang tahun 2017, terdapat 47 vonis hukuman mati yang diberikan oleh pengadilan.



Close Ads X