Ma'ruf Amin "Gerilya" di Kantong-Kantong Prabowo

Kompas.com - 10/10/2018, 23:35 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin saat memberikan keterangan seusai menggelar pertemuan dengan puluhan  habib dan ulama di Rumah Situbondo, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOCalon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin saat memberikan keterangan seusai menggelar pertemuan dengan puluhan habib dan ulama di Rumah Situbondo, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (6/10/2018).
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin tengah mematangkan strategi khusus untuk kampanye di Jawa Barat. Cawapres Ma'ruf Amin akan menjadi garda depannya.

Juru bicara TKN Deddy Mizwar mengatakan, Ma'ruf Amin akan mulai berkeliling Jawa Barat pada November 2018 mendatang. Sejumlah daerah yang dinilai bagian dari basis pemilih Prabowo menjadi sasarannya.

"Ya nanti kita lihat lagi di mananya. Itu (daerah basis massa Prabowo) salah satu target yang perlu kami kunjungi," ujarnya di kediaman Ma'ruf Amin, Menteng, Jakarta (10/10/2018).

Sejumlah daerah yang disebut Deddy akan dikunjungi Ma'ruf Amin pada tahap awal yakni mulai dari Depok, Bogor, Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga beberapa kabupaten di selatan Jawa Barat.

Baca juga: Survei SMRC: Jokowi-Maruf Amin 60,4 Persen, Prabowo-Sandiaga Uno 29,8 Persen

Kampanye Ma'ruf Amin di Jawa Barat sangat penting lantaran pada 2014 silam, Jokowi kalah di tanah pasundan itu oleh Prabowo.

Oleh karena itu, Ma'ruf Amin pun akan bergerilya, bukan kampanye diam-diam, namun dengan strategi tang tak biasa.

Bila biasanya Ma'ruf Amin berkunjung ke daerah kerap datang ke pondok pesantren, namun di Jawa Barat akan lebih beragam.

"Datang ke berbagai hal bisa pasar, ponpes, ketemu dengan kyai atau pelaku UMKM atau petani. Pokoknya yang semua frame nawacita," kata Deddy.

Baca juga: Dongkrak Elektabilitas, Maruf Amin Tak Hanya Fokus ke Pesantren

Deddy yang sudah hafal betul peta politik Jawa Barat karena mantan Wakil Gubernur Jawa Barat mengungkapan, isu yang di bawa ke setiap daerah pasti harus berbeda.

"Setiap kabupaten beda-beda. Karena itu tadi kita bicara setiap kabupaten. Jabar selatan akan lain isunya dengan kota Bandung. Karena itu perlu maping persoalan dan isu jadi itu perlu data," kata dia.

Deddy mengatakan, hasil akhir dari rencana Ma'ruf Amin "bergerilya" di Jabar tak lain yakni mampu membalikkan suara Pilpres 2014 lalu dimana Prabowo memang.

Pada 2019 nanti, kada Deddy, TKN sudah menargetkan Jokowi menang di Jabar.

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Nasional
Panglima TNI Minta Babinsa Ikut Sosialisasikan Kebiasaan Baru

Panglima TNI Minta Babinsa Ikut Sosialisasikan Kebiasaan Baru

Nasional
Pemerintah Beri Santunan Rp 300 Juta untuk 22 Tenaga Medis Penerima Bintang Tanda Jasa

Pemerintah Beri Santunan Rp 300 Juta untuk 22 Tenaga Medis Penerima Bintang Tanda Jasa

Nasional
Amien Rais Sebut Perkembangan Politik di Era Jokowi Semakin Kurang Demokratis

Amien Rais Sebut Perkembangan Politik di Era Jokowi Semakin Kurang Demokratis

Nasional
KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

Nasional
Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Nasional
Klaster Sekolah  Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Klaster Sekolah Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Nasional
Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Nasional
Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Nasional
Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Nasional
Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Nasional
Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Nasional
Polri Dukung Pemberian Sanksi Sosial untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Polri Dukung Pemberian Sanksi Sosial untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X