Besok, Bawaslu Panggil Pelapor soal Berita Hoaks Ratna Sarumpaet

Kompas.com - 10/10/2018, 21:23 WIB
Komisioner Bawaslu Fritz Edward SiregarKOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa Komisioner Bawaslu Fritz Edward Siregar

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar menuturkan, besok (Kamis,11/10/2018), pihaknya akan memanggil beberapa laporan dan aduan soal kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet.

“Kamis (11/10/2018) kita memanggil mereka (pelapor dan saksi). Baru kita panggil terlapor," kata Fritz di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Rabu (10/10/2018).

Diketahui ada tiga laporan atau aduan mengenai berita hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet yang masuk di Bawaslu, yakni Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, serta relawan Pro Jokowi (Projo).

Fritz mengatakan, tiga pelapor akan diminta klarifikasi terlebih dahulu.

Baca juga: Amien Rais Merasa Dimuliakan saat Diperiksa Terkait Kasus Ratna Sarumpaet

"Kami kan harus melakukan klarifikasi dulu kepada pelapor dan saksi. Harus ada waktu yang cukup untuk melakukan pemanggilan,” kata Fritz.

Dalam pemanggilan itu, kata Fritz, pihaknya juga akan mendalami dan meminta keterangan dari para pelapor.

"Kenapa dia melaporkan? Apa dasar dia melaporkan? Kedua terkait saksi, biasanya ada yang melihat atau mendengar langsung terhadap kejadian yang disangkakan, itu yang kita tanya kepada saksi," ujar Fritz

Laporan atau aduan itu, lanjut Fritz, telah teregistrasi di Bawaslu pada hari Senin (8/10/2018).

Baca juga: PKS: Kepolisian Cepat Proses Kasus Ratna, tapi Tak Respons Kasus Lain

Fritz menyebut, tak menutup kemungkinan pihaknya akan memanggil pihak-pihak terlapor dalam hal ini aktivis Ratna Sarumpaet, hingga pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Apabila dianggap alat bukti cukup, kita harus panggil terlapor. Tetapi kita harus klarifikasi pelapor dan saksi dulu kan," tutur Fritz.

Diberitakan sebelumnya, aktivis Ratna Sarumpaet mengakui berbohong soal penganiayaan yang disebut terjadi padanya. Faktanya, tidak pernah ada penganiayaan seperti kabar yang beredar.

"Jadi tidak ada penganiayaan. Itu hanya khayalan entah diberikan setan-setan mana dan berkembang seperti itu," ujar Ratna di rumahnya di kawasan Kampung Melayu Kecil V, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2018).

Setelah pengakuan Ratna tersebut, calon presiden Prabowo Subianto dan para politisi lainnya kemudian meminta maaf telah menyebarkan kebohongan. Ratna juga diberhentikan dari tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X