Amnesty Internasional Dorong Pemerintah Dukung Moratorium Hukuman Mati

Kompas.com - 10/10/2018, 15:22 WIB
Ilustrasi hukuman mati. ShutterstockIlustrasi hukuman mati.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Amnesty International Indonesia mendorong pemerintah untuk berinisiatif mendukung moratorium penggunaan hukuman mati dalam voting ke-7 Sidang Umum PBB, pada Desember mendatang.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid, dalam rangka Hari Anti- Hukuman Mati yang diperingati setiap 10 Oktober.

"Kita berharap Indonesia mempertahankan posisi yang sama (abstain) pada Resolusi ke-7 di tahun 2018 atau mengambil inisiatif untuk mendukung resolusi tersebut," tuturnya di Historia Food & Bar, Jakarta Barat, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Kisah Para Terpidana dan Eksekutor Hukuman Mati di Jepang

Usman menuturkan, sudah ada tren positif dari pelaksanaan eksekusi mati oleh pemerintah Indonesia.

Amnesty International Indonesia mencatat, selama 2017 hingga Oktober 2018, tidak ada eksekusi mati yang dilakukan.

"Yang sangat kita apresiasi adalah sikap pemerintah yang tidak lagi mengeksekusi para terpidana mati," tuturnya.

"Ini yang kita anggap adalah moratorium secara de facto, kita berharap moratorium ini secara resmi secara de jure," lanjut dia.

Gelagat positif tersebut sayangnya tidak diikuti dengan moratorium penjatuhan vonis hukuman mati oleh pengadilan.

Amnesty mencatat, terdapat 37 vonis hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan pada periode Januari hingga Oktober 2018.

Baca juga: Perempuan Aktivis di Arab Saudi Terancam Hukuman Mati

Sementara sepanjang tahun 2017, terdapat 47 vonis hukuman mati yang diberikan oleh pengadilan. Bahkan saat ini, terdapat 299 orang yang sedang menunggu waktu eksekusi mereka.

Padahal, tren eksekusi mati di dunia terus menurun. Pada tahun 2016, terdapat 1.032 kasus eksekusi. Jumlah tersebut kemudian menurun menjadi 993 eksekusi pada tahun 2017.

Oleh sebab itu, Usman pun berharap, Indonesia dapat bergabung bersama sekitar 2/3 negara di dunia yang telah menghapus hukuman mati.

Kompas TV Modus pelaku adalah menyimpan ganja di antara keranjang jeruk.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X