Kompas.com - 09/10/2018, 14:17 WIB
Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade saat menemui wartawan setelah acara diskusi di Gedung KOMINFO, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018). KOMPAS.com/Devina HalimWakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade saat menemui wartawan setelah acara diskusi di Gedung KOMINFO, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade menuturkan, pihaknya memiliki berbagai cara agar suara para pemilih mengambang atau “swing voters bisa berlabuh kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiga Uno pada Pilpres 2018.

Salah satunya, kata Andre, pasangan Prabowo-Sandi akan rajin berkunjung ke sejumlah daerah untuk menyerap aspirasi suara rakyat.

Prabowo-Sandi juga siap dalam debat terbuka capres-cawapres. Andre optimistis, sisa waktu sekitar enam bulan sampai masa pencoblosan, elektabilitas Prabowo akan meningkat. Terlebih setelah debat terbuka capres-cawapres.

“Nanti pas debat terbuka antara kandidat Pak Prabowo dan Mas Sandi (Sandiaga Uno) akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan program konkret bagaimana menyelesaikan masalah ekonomi bangsa, membuka lapangan pekerjaan, memastikan harga-harga kebutuhan pokok terjangkau dan juga pemberantasan korupsi,” tutur Andre saat dihubungi Kompas.com, Selasa (9/10/2018).

Baca juga: Survei SMRC: Jokowi-Maruf Amin 60,4 Persen, Prabowo-Sandiaga Uno 29,8 Persen

Empat isu itu, kata Andre, akan dijabarkan oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno secara detail dan komprehensif saat acara debat terbuka mendatang.

Sebagai informasi, KPU akan menggelar debat capres-cawapres sebanyak lima kali. Debat ini akan dimulai pada awal tahun 2019 mendatang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Debat PIlpres akan digelar sebanyak 5 kali selama masa kampanye. Dengan rincian, dua kali untuk calon presiden, satu kali untuk calon wakil presiden, serta dua kali untuk calon presiden dan wakil presiden.

“Ini kan pemilih rasional belum menentukan pilihan dan saya rasa akan banyak yang akan berpindah ke Pak Prabowo dan Bang Sandi setelah nanti debat perbedaan kualitas antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Perbedaan program yang kongkret nanti akan kita lihat,” tutur Andre.

Baca juga: Sandiaga Uno Akui Swing Voters” di Palembang Masih Tinggi

Lebih lanjut, Andre optimis, pasangan Prabowo-Sandiaga akan memenangkan kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

“Kita optimis karena memang kita rasakan disaat bertemu di lapangan baik Pak Prabowo dan Mas Sandi, saya sendiri sebagai caleg juga merasakan bagaimana masyarakat di bawah,” tutur Andre.

Sebelumnya, survei terbaru lembaga survei Saiful Mujani Research Center (SMRC) yang dirilis, Minggu (7/10/2018), menyatakan, elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas kompetitornya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada enam bulan sebelum Pilpres 2019.

Unggulnya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin didukung oleh tingginya elektabilitas Jokowi yang mencapai 60,2 persen. Sementara Prabowo hanya 29,8 persen, sedangkan 9,8 persen tidak menjawab.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.