Tujuan Habibie Bukan Teknologi, tapi Pengembangan SDM

Kompas.com - 08/10/2018, 19:36 WIB
Mantan Presiden BJ Habibie meninggalkan lokasi usai sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73.

KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELMantan Presiden BJ Habibie meninggalkan lokasi usai sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2018 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2017). Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato, yakni pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun RI ke 73.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang tak tahu dengan Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie? Selain Presiden ke-3 RI, Habibie juga dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia. Jasanya terhadap kemajuan teknologi di Indonesia tak bisa dihitung.

Namun, meski dikenal jenius di bidang teknologi, tujuan Habibie yang sejati bukanlah teknologi itu sendiri. Ada hal lain yang lebih penting baginya yakni sumberdaya manusia (SDM) Indonesia.

"Sebetulnya orang selalu salah tanggap bahwa beliau itu arahnya teknologi saja, bukan. Yang beliau sasar itu adalah SDM," ujar penulis A. Makmur Makka alam peluncuran buku terbarunya BJ Habibie: The Power Of Ideas di The Habibie Center, Jakarta, Senin (8/10/2018).

Baca juga: Patung BJ Habibie Akan Hiasi Jalan Trans Sulawesi


Bagi yang suka membaca buku-buku tentang BJ Habibie, nama Makka bukanlah nama yang asing. Sebab ia adalah penulis yang banyak melahirkan buku-buku tentang Habibie.

Sebut saja Jejak Pemikiran BJ Habibie: Peradaban Teknologi untuk Kemandirian Bangsa, Biografi Bacharuddin Jusuf Babibie, hingga Habibie: Kecil Tapi Otak Semua.

Makka yang sudah mendalami hidup dan pemikiran Habibie mengatakan, teknologi bukanlah tujuan namun wahana yang digunakan Habibie untuk mencapai tujuan utamanya yakni membangun SDM Indonesia yang pintar dan unggul.

Baca juga: BJ Habibie: Usia Saya 82 Tahun, tetapi Otaknya Seperti Usia 28 Tahun

Saat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi 1978-1998, Habibie mengirim banyak pelajar Indonesia untuk sekolah di luar negeri. Hal itu dilakukan karena Habibie ingin melihat Indonesia bisa lepas landas menjadi negara yang maju dengan kekuatan SDM-nya.

"Jadi kalau Pak Jokowi infrastruktur dulu baru sekarang baru berikutnya SDM, maka kalau Pak Habibie SDM dulu, infrastruktur itu belakangan karena orang harus pintar dulu," kata dia.

Di dalam buku BJ Habibie: The Power of Ideas, Makka menuliskan berbagai gagasan-gagasan Habibie tentang SDM dan teknologi. Tak hanya itu, Makka juga menggali Habibie secara lebih personal.

Misalnya soal Habibie dengan Islam hingga pandantgan Habibie tentang Keindonesiaan. Makka menjamin bukunya itu akan memberikan pandangan lain dibandingkan buku-buku Habibie yang tulis sebelumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X