Rekonstruksi Rutan di Sulteng Tunggu Pencabutan Status Siaga 1

Kompas.com - 06/10/2018, 10:09 WIB
Kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Hukum dan HAM berjanji akan segera membangun kembali lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan di Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa bumi, beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Liberti Sitinjak saat meninjau kondisi lapas serta rumah tahanan di Palu, Jumat (5/10/2018) kemarin.

"Kami sedang mendata dan menghitung seberapa besar kerusakannya sehingga proses rekonstruksi dan rehabilitasi bangunan lapas dan rutan bisa segera dilaksanakan," ujar Liberti dalam siaran pers, Sabtu (6/10/2018).

Baca juga: 1.031 dari 1.425 Napi yang Dilepaskan saat Gempa di Sulteng Belum Lapor Diri


Liberti mengatakan, saat gempa bumi bermagnitudo 7,4 disertai tsunami memporak- porandakan Palu dan tiga kabupaten di sekitarnya, hampir seluruh tembok pembatas blok hunian narapidana runtuh.

Kondisi itu membuat narapidana berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Saat ini, Liberti masih berada di Palu untuk memonitor proses dari pendataan sekaligus penghitungan kerusakan bangunan lapas/ rutan.

Baca juga: 7 Laporan Terkini soal Rutan dan Lapas Serta Warga Binaan di Palu dan Donggala

"Kehadiran kami di Palu untuk mengetahui sejauh mana kondisi UPT Pemasyarakatan di Palu, baik kondisi bangunan, narapidana dan petugasnya," ujar Liberti.

"Selain itu, kami juga mendata apa saja yang diperlukan agar lapas dan rutan ini dapat beroperasi kembali menampung warga binaan," lanjut dia.

Meski demikian, Liberti mengakui bahwa rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan lapas dan rutan tidak bisa dalam waktu dekat dilaksanakan. Proses itu baru akan dilakukan apabila pemerintah daerah beserta BMKG mencabut status siaga I di daerah tersebut.

Kompas TV Belasan korban gempa asal Palu, Sulawesi Tengah, mengungsi ke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menggunakan motor.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X