KPU: 31 Juta Pemilih Sudah Rekam e-KTP, tapi Belum Masuk DPT - Kompas.com

KPU: 31 Juta Pemilih Sudah Rekam e-KTP, tapi Belum Masuk DPT

Kompas.com - 05/10/2018, 13:09 WIB
Komisioner KPU Viryan AzisKOMPAS.com/Fitria Chusna Farisa Komisioner KPU Viryan Azis

JAKARTA, KOMPAS.com -Komisioner KPU RI Viryan Azis menyebut ada 31 juta pemilih yang berpotensi belum masuk dalam daftar pemilih tetap ( DPT). Padahal, mereka sudah melakukan perekaman KTP elektronik.

“Ada potensi 31 juta pemilih sudah melakukan perekaman KTP elektronik, tetapi belum ada di DPT," tutur Viryan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat, (5/10/2018).

Viryan menuturkan, angka tersebut diperoleh berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil. 

KPU mengimbau masyarakat mengecek keberadaan namanya di daftar pemilih yang telah ditempelkan pada setiap kantor kelurahan.

Baca juga: KPU Akan Minta Capres-Cawapres Datangi Kantor Desa untuk Cek DPT

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali meminta pemangku kepentingan dalam hal ini Pemerintah dan penyelenggara Pemilu untuk memperbaiki secara menyeluruh terhadap daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019.

Amali menyarankan, semua instansi duduk bersama mensinkronisasi data sehingga dapat menghasilkan suatu angka DPT yang tunggal pada akhirnya.

“Harus ada koordinasi antara KPU, Bawaslu, dan Kemendagri ada waktu 60 hari kita akan bereskan ini semua dalam masa 60 hari harus diujungnya akan ketemu angka pasti DPT yang digunakan,” tutur Aminuddin.

Baca juga: KPU Akan Menyisir Pemilih yang Belum Masuk DPT

Sementara, Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin menuturkan, semua penyelenggara pemilu telah bekerja keras untuk menjamin hak suara para pemilih pada Pemili 2019 mendatang.

Afifuddin meminta, semua pihak untuk bersama-sama membereskan dan memperpaiki persoalan daftar pemilih ini.

“Mari sama-sama kita bersihkan kita cocokkan sudah tidak saatnya lagi kita menyoal atau mencari titik beda. Sudah saatnya kita mencari titik temu karena pemilu sudah semakin dekat,” kata Afifuddin.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya