Hoaks hingga Lingkup Kekuasaan, dari Era Soekarno hingga SBY...

Kompas.com - 04/10/2018, 13:46 WIB
PRASASTI Batutulis terletak di tepi Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Bogor. Tidak jauh dari Istana Batutulis. Selain prasasti, di tempat itu juga terdapat menhir, batu tapak kaki, dan arca yang dianggap sebagai arca Purwakalih. Semua itu sudah dengan sendirinya merupakan ?harta karun? yang tidak ternilai harganya bagi sejarah Indonesia umumnya dan sejarah kerajaan Sunda atau Pajajaran khususnya. Skandal Batutulis muncul akibat Menteri Agama Said Agil Husin Munawar menyuruh menggalinya mengingat ia mempunyai wangsit bahwa disana terdapat harta karun Kerajaan Pajajaran. Ini menimbulkan reaksi keras masyarakat Sunda terutama. Kompas/Yuniadhi AgungPRASASTI Batutulis terletak di tepi Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Bogor. Tidak jauh dari Istana Batutulis. Selain prasasti, di tempat itu juga terdapat menhir, batu tapak kaki, dan arca yang dianggap sebagai arca Purwakalih. Semua itu sudah dengan sendirinya merupakan ?harta karun? yang tidak ternilai harganya bagi sejarah Indonesia umumnya dan sejarah kerajaan Sunda atau Pajajaran khususnya. Skandal Batutulis muncul akibat Menteri Agama Said Agil Husin Munawar menyuruh menggalinya mengingat ia mempunyai wangsit bahwa disana terdapat harta karun Kerajaan Pajajaran. Ini menimbulkan reaksi keras masyarakat Sunda terutama.

KOMPAS.com — Bicara mengenai hoaks seakan tak ada habisnya. Kabar bohong ini dapat memanipulasi kabar/cerita yang bisa menipu kelompok atau masyarakat.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati menerima kabar sebelum diberikan kepada orang lain.

Sepanjang Republik Indonesia diproklamasikan, tak hanya masyarakat, bahkan Presiden RI juga pernah menerima berita hoaks. Pemberitaan hoaks kepada Presiden ini jelas untuk kepentingan dan motif tertentu.

Berikut adalah berita hoaks di Indonesia dari Presiden Soekarno sampai SBY :

1. Raja Idrus dan Ratu Markonah (Era Soekarno)

Berita ini muncul di era pemerintahan Presiden Soekarno. Mereka berdua mengaku merupakan pemimpin suku Anak Dalam yang mempunyai kekuatan yang mumpuni.

Cerita berawal setelah Indonesia merdeka, saat konflik mengenai Papua Barat belum selesai. Pihak Belanda masih menginginkan untuk menguasai wilayah tersebut.

Presiden Soekarno kemudian dibohongi Ratu Markonah dan Raja Idrus yang  mengaku mau menyumbang harta benda untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda.

Saat itu, Raja Idrus dan Ratu Markonah tentunya mendapat liputan media massa besar-besaran.

Soekarno sempat menerima mereka di Istana Kepresidenan dan disambut dengan berbagai pelayanan yang luar biasa.

Namun, ternyata mereka berdua ketahuan berbohong. Keduanya diketahui sering melakukan aksi pemerasan dan penipuan.

Harian Kompas edisi Agustus 1968 memberitakan, "Raja" Idrus ditangkap warga di Kotabumi, Lampung Utara.

Sebab, dia mengaku sebagai anggota Intel Kodam V Jaya dan jadi anak buah Mayor Simbolon. Idrus memeras sejumlah pengusaha di Lampung untuk mendapatkan sejumlah uang sebelum akhirnya dibekuk aparat.

Beberapa hari kemudian, "Ratu" Markonah juga tertangkap oleh petugas.

Menurut Harian Kompas edisi 21 Agustus 1968, Markonah menjalani hukuman penjara tiga bulan karena terlibat prostitusi di Kota Pekalongan, Jateng.

Markonah diberitakan beroperasi di Semarang, Pekalongan, dan Tegal selepas keluar dari bui di Jakarta akibat aksi penipuan.

2. Janin Bisa Bicara (Era Soeharto)

IlustrasiShutterstock Ilustrasi
Di era Presiden Soeharto, juga terdapat peristiwa penipuan dan hoaks fenomenal, yakni kasus janin berbicara di dalam kandungan.

Dilansir dari harian Kompas 26 Februari 2017, pada akhir 1970-an, Indonesia dihebohkan dengan bayi ajaib di dalam kandungan yang bisa diajak berbicara dan bahkan mengaji di perut Cut Zahara Fona (26), wanita asal Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X