Sensor Peringatan Dini Tsunami di Palu Gagal Kirimkan Sinyal karena Gempa

Kompas.com - 04/10/2018, 09:27 WIB
Kerusakan parah akibat gempa bumi terlihat di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kerusakan parah akibat gempa bumi terlihat di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan sensor peringatan dini tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, gagal kirimkan sinyal karena rusak setelah diguncang gempa.

Diketahui, gempa melanda Palu sebelum tsunami menerjang.

"Alat itu ada, namun setelah terjadi gempa dan tsunami, alat itu tidak berhasil mengirimkan informasi ke BMKG. Gambar data itu tidak dapat terkirim ke BMKG karena jaringan komunikasi terputus (karena gempa)," kata Dwikorita di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Baca juga: Kini Terungkap, Tsunami Palu Menerjang Hanya 8 Menit Setelah Gempa!

Hal itu berakibat pada keterlambatan data yang terkirim sehingga BMKG baru bisa menganalisis potensi tsunami dari sensor peringatan dini di Mamuju yang masih berfungsi.

Ia mengatakan hal itu menjadi evaluasi bagi BMKG ke depannya agar menyiapkan jaringan komunikasi di kala bencana sehingga analisis potensi tsunami bisa dilakukan dengan cepat.

"Ini evaluasi bagi kami bahwa ini bentuk bencana. Jaringan komunikasi itu harus kami tingkatkan. Karena alat itu kan terkena guncangan gempa. Dia masih baca hanya tidak bisa mengirim," lanjut Dwikorita.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X