Hidup Mati di Negeri Cincin Api

Kompas.com - 03/10/2018, 18:39 WIB
Kapal Sabuk Nusantara 39 kandas akibat tsunami di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKapal Sabuk Nusantara 39 kandas akibat tsunami di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum usai penanganan gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bencana kembali terjadi di provinsi Sulawesi Tengah. 

Gempa dengan 7,4 magnitudo diikuti gelombang tsunami hingga fenomena likuifaksi pada Jumat pekan lalu, telah membawa duka mendalam.

Puluhan ribu warga di kota Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong dibuat tak berdaya. Ribuan nyawa melayang, tenda pengungsian pun jadi tempat harapan.

Posisi Indonesia yang berada di lingkaran cincin api, jadi hal yang patut dicermati. Upaya penanganan dan mitigasi bencana, juga harus disosialisasi.

Lantas, apa upaya penanggulangan bencana dan bagaimana potret potensi bencana di negeri cincin api ini?

Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo akan berbincang bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla yang ditunjuk sebagai Komandan Penanganan Dampak Bencana Sulteng, Djoko Sasono Sekjen Kemenhub, Daryono Kabid Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Imam Prasodjo Sosiolog UI, serta Ahmad Arif Wartawan Kompas yang juga Penulis Ekspedisi Cincin Api.

Saksikan selengkapnya dalam talkshow Satu Meja episode “Hidup - Mati Di Negeri Cincin Api”, Rabu (3/10/2018) 2018 pukul 19.45 WIB, LIVE di Kompas TV.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X