Polri Kirim 2 Kapal Pengolah Air Bersih ke Palu dan Donggala

Kompas.com - 02/10/2018, 21:52 WIB
Kapal Sabuk Nusantara 39 kandas akibat tsunami di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kapal Sabuk Nusantara 39 kandas akibat tsunami di Pelabuhan Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri mengirimkan dua kapal pengolah air laut menjadi air tawar ke daerah terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tenggara.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto menyebutkan kapal tersebut memiliki kapasitas untuk mengolah 20 ton air laut per hari.

"2 kapal water treatment, yaitu Kapal Polisi Abimanyu 7010, Kapal Polisi Bisma 8001, yang mengubah air laut menjadi air tawar dengan kemampuan 20 ton air per hari," ujarnya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Baca juga: Tahan Gempa, Rumah Subsidi di Palu Ini Terjangkau bagi MBR


Selain itu, mereka juga telah mengirimkan satu rumah sakit kapal, dan tiga kapal pengangkut.

Untuk kendaraan darat, Polri telah menurunkan dua mobil water treatment, enam truk pengangkut barang, tujuh ambulans, dan 12 unit jeep. Setyo menyebutkan 100 motor juga diturunkan untuk keperluan patroli.

Sementara untuk personel, mereka akan mengerahkan 2.143 personel ke daerah terdampak.

"2.143 personel itu terdiri dari Satuan Brimob, Satuan Sabhara, tim kesehatan, tim DVI untuk mengidentifikasi," tutur dia.

Untuk saat ini, sudah sekitar 600 personel yang berada di Sulawesi Tengah.

Baca juga: Bencana di Palu, Pemerintah Ajukan 6 Daftar Kebutuhan

Mereka juga sudah menurunkan anjing pelacak untuk membantu pencarian korban di bawah reruntuhan. Saat ini, terdapat enam ekor anjing pelacak yang berada di lapangan.

Bantuan tersebut dikatakannya akan terus berdatangan demi mempercepat proses evakuasi dan penanganan di daerah yang terdampak gempa.

"Polda-polda lain juga ada yang mengirim makanan dan mengirimkan uang,” ungkap Setyo.

Kompas TV Lanud Hasanuddin Makassar memperbantukan 2 unit hercules dengan kapasitas angkut 200 penumpang dan 2 ton barang.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Jokowi Menikmati Minggu Malam dengan Menyantap Pho di TIS Square Tebet

Nasional
Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Minggu Malam, Jokowi dan Keluarga Nongkrong di TIS Square Tebet

Nasional
Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Jaksa Terjerat Suap, Jaksa Agung Minta Jangan Digeneralisasi

Nasional
Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Demi Cegah Kebakaran Hutan, Pemerintah Diminta Evaluasi Izin Konsesi Lahan

Nasional
Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Walhi Kalteng: Kami Tak Minta Ganti Rugi, tetapi Minta Pemerintah Jalankan Kewajiban

Nasional
Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Kejati DKI Jakarta Terima Barang Bukti dan 218 Tersangka Kasus Kerusuhan 21-22 Mei

Nasional
Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Walhi Tuntut Pemerintah Bangun Rumah Sakit Khusus bagi Korban Karhutla

Nasional
Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Sesepuh Kejaksaan Harap Jaksa Agung Selanjutnya dari Internal dan Bukan Politisi

Nasional
[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

[POPULER DI KOMPASIANA] Risalah Hoaks Kabinet Jokowi-Ma'ruf | Istri Dipaksa Melayani Suami | Berhentilah Nyinyir Drama Korea

Nasional
Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Ditolak PKB, Waketum PAN Sebut soal Kabinet Hak Prerogatif Presiden

Nasional
MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

MPR Minta Sistem Presidensial Diperkuat

Nasional
Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Lewat Ludruk, MPR Sosialisasikan Empat Pilar ke Masyarakat Sumenep

Nasional
Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Hari Anak, Ini Pesan Kepala BKKBN untuk Orangtua...

Nasional
Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Polisi Kejar 5 Terduga Provokator dan Pelaku Bentrok Mesuji

Nasional
Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Susi: Kalau Minum Pakai Sedotan Plastik, Malu-maluin...

Nasional
Close Ads X