BNPB: Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Perlu "Trauma Healing"

Kompas.com - 02/10/2018, 18:36 WIB
Warga membersihkan pling bangunan rumah yang roboh akibat gempa dan tsunami di Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Warga membersihkan pling bangunan rumah yang roboh akibat gempa dan tsunami di Wani 2, Kecamatan Tanatopea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10/2018). Gempa yang terjadi di Palu dan Donggala mengakibatkan 925 orang meninggal dunia dan 65.733 bangunan rusak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, korban terdampak gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah memerlukan bantuan berupa trauma healing atau penyembuhan trauma.

Hal itu disebabkan karena korban mengalami trauma atas bencana alam yang terjadi. Terlebih, gempa susulan masih terus berlangsung.

Keadaan tersebut, kata Sutopo, menyebabkan korban terdampak menjadi stres.

"Ini yang namanya periode panik, masih trauma. Apalagi gempa susulan masih berlangsung, kebtuhan juga terbatas. Itu yang menyebabkan stres, menderita. Makanya perlu trauma healing," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (2/10/2018).


Baca juga: Perkawinan Minim Teknologi dan Mitigasi Rendah Lahirkan Bencana Palu

Tak hanya itu, proses pemenuhan kebutuhan harian yang terbatas juga menambah tingkat stres korban.

Ditambah lagi, tempat tinggal korban kebanyakan sudah hancur dan rata dengan tanah.

"Itu yang menyebabkan stres, menderita. Maka itu perlu tadi saya sampaikan trauma healing," ujar Sutopo.

Trauma healing penting, lanjut dia, diperlukan supaya para korban tetap optimis dan semangat.

Baca juga: Kisah Dea Selamatkan Ibunya yang Terjebak di Reruntuhan Rumah di Palu

Gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02 WIB, menimbulkan korban jiwa dan sejumlah kerusakan.

Menurut data yang dirilis BNPB, hingga Selasa (2/10/2018) pukul 13.00 WIB, tercatat 1.234 orang meninggal dunia.

Selain itu, sebanyak 799 orang mengalami luka berat, dan 99 orang dilaporkan hilang. Dilaporkan pula, 65.773 unit rumah rusak.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X