Alasan Menkumham Biarkan Napi di Palu dan Donggala Sementara di Luar Sel

Kompas.com - 02/10/2018, 18:34 WIB
Kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan, pihaknya membiarkan narapidana dan tahanan di Lapas Palu dan Rutan Donggala sementara waktu berada di luar sel.

Alasannya, lapas dan rutan ada sudah hancur karena gempa dan tsunami yang terjadi.

"Jadi sementara karena alasan kemanusiaan dulu, lapasnya hancur, mau gimana? Tembok roboh, saat gempa susulan mereka khawatir tertimpa reruntuhan," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Baca juga: 7 Laporan Terkini soal Rutan dan Lapas Serta Warga Binaan di Palu dan Donggala


Yasonna menyebutkan, saat ini sudah tidak ada lagi napi yang ditahan di Rutan Donggala karena rutan mengalami kerusakan total.

Sementara, di Lapas Palu, masih ada sebagian tahanan dan napi. Total napi yang saat ini dibiarkan keluar dari lapas dan rutan mencapai ribuan orang.

"Dari data sampai 1000-an napi di Donggala. Di Palu ada 400 atau 600. Tapi mereka bagusnya sebagian ada yang melapor," kata Yasonna.

Yasonna memerintahkan Kantor Wilayah Kemenkum HAM di Sulteng membuat perencanaan ke depan pasca insiden tersebut. Menurut dia, proses pendataan napi dan tahanan yang kabur terus dilakukan.

Baca juga: Sebelum Kebakaran di Rutan Donggala, Warga Binaan Sudah Diizinkan Keluar

Ia mengatakan, jika situasi sudah kondusif, maka napi di dua rutan tersebut akan dipindahkan ke rutan terdekat yang bangunannya tak mengalami kerusakan.

"Pendataan kan jalan terus. Ada itikad baik melapor, pulang," kata Yasonna.

Politisi PDI-P ini juga mengingatkan seluruh napi untuk melapor. Jika ada napi yang melarikan diri, ia memastikan pihak kepolisian akan mencari dan menangkap mereka.

"Itu data mereka rumahnya di mana, kita punya," ujar Yasonna.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X