Rekrutmen CPNS di Sulteng Kemungkinan Ditunda

Kompas.com - 02/10/2018, 10:29 WIB
Peserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong.

Kompas/Totok Wijayanto (TOK)
09-10-2017 KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPeserta mengikuti ujian seleksi calon pegawai negeri sipil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), di Jakarta, Senin (9/10). Sebanyak 8.637 peserta se-Indonesia mengikuti ujian di 12 propinsi untuk mengisi 329 formasi KKP yang lowong. Kompas/Totok Wijayanto (TOK) 09-10-2017
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rekrutmen calon pegawai negeri sipil ( CPNS) di wilayah Sulawesi Tengah kemungkinan akan ditunda sehubungan dengan bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana mengatakan, pasca gempa dan tsunami, infrastruktur di sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah kemungkinan tidak siap untuk melaksanakan seleksi CPNS.

"Bisa ditunda, karena Kantor BKN di Palu juga rusak berat," kata Bima saat dikonfirmasi, Selasa (2/10/2018).

Bima mengatakan, apabila memang ditunda, maka seleksi CPNS untuk wilayah Sulawesi Tengah harus menunggu sampai rekrutmen tahun depan.


Baca juga: Pengungsi di Palu Utara Mulai Kehabisan Air Bersih dan Makanan

"Iya mungkin itu lebih baik ya. Tapi akan kita konsultasikan dulu terutama dengan Pemdanya," kata dia.

Kepala Biro Humas BKN Ridwan mengatakan, saat ini pihaknya masih finalisasi sikap terkait rekrutmen CPNS di Sulteng dan NTB, yang sebelumnya juga dilanda gempa.

"Mohon sabar, tim Panselnas akan rakor nanti sore untuk mendapat informasi dari tim pusat yang sudah kembali dari Sulteng. Semoga hasilnya terbaik," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, dalam rapat tersebut juga akan dibahas mengenai para pelamar yang karena bencana kehilangan ijazah dan persyaratan lainnya.

"Itu juga yang termasuk akan dibahas," kata dia.

Baca juga: Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu Capai 925 Jiwa, 799 Luka-luka

Sejak gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, korban jiwa dan kerusakan terus bertambah.

Hingga Selasa (2/10/2018), tercatat 925 orang meninggal dunia, 99 orang hilang, serta 799 terluka. 

Selain itu, ada 59.450 jiwa pengungsi yang tersebar di 109 titik di kota Palu. Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Donggala, datanya belum dapat disampaikan.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X