Pengungsi di Palu Utara Mulai Kehabisan Air Bersih dan Makanan

Kompas.com - 02/10/2018, 10:08 WIB
Warga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWarga dibantu petugas mencari korban gempa bumi Palu di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (1/10/2018). Gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mengakibatkan 832 orang meninggal.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pascagempa bumi dan tsunami yang terjadi pada Jumat (28/9/2018), masyarakat di Palu Utara memilih tinggal di bukit atau dataran yang lebih tinggi.

Ella, salah satu relawan di Posko Relawan Informasi menuturkan bahwa saat ini kondisi para pengungsi mulai kehabisan persediaan air minum, makanan. dan pakaian.

"Namun sebagian kecil warga ada yang sudah berani kembali ke rumah dan memilih membuat tenda di jalan depan rumah, juga di lapangan," ujar Ella saat dihubungi Selasa (2/10/2018) dini hari.

Baca juga: Korban Meninggal Gempa dan Tsunami Palu Capai 925 Jiwa, 799 Luka-luka

Ella menuturkan, situasi di seluruh wilayah Palu Utara, daerah pesisir pantai, kurang lebih 500 meter ke darat, terhempas tsunami. Bangunan rumah, sekolah, tempat ibadah hampir tak tersisa.

Semakin menipisnya persediaan air bersih dan makan membuat masyarakat mengambil barang di kawasan pergudangan yang dirusak oleh gempa dan diterjang tsunami, juga mengambil di beberapa minimarket.

Adapula pihak pemilik minimarket atau swalayan yang sukarela memberikan bantuan makanan dan minuman kepada warga.

Baca juga: H+3, Dapur Umum dan Trauma Healing untuk Korban Tsunami di Palu Dikerahkan

"Sayangnya bantuan ini tidak terbagi pada warga yang memilih mengungsi di ketinggian yang jauh dari tempat pemberian bantuan tersebut. Di situasi itu, keadaan menjadi 'siapa kuat dia dapat'," tuturnya.

Sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang dan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Jumat (28/9/2018) pukul 17.02, korban jiwa dan kerusakan terus bertambah.

Hingga pukul 13.00 siang ini, tercatat, 844 orang meninggal dunia, 90 orang hilang, serta 632 luka berat dan dirawat di rumah sakit.

Selain itu, ada 48.025 jiwa mengungsi di 103 titik di Kota Palu. Sementara jumlah pengungsi di Kabupaten Donggala, datanya belum dapat disampaikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X