Polisi Selidiki Kasus Kebakaran Rutan Donggala

Kompas.com - 01/10/2018, 18:14 WIB
Narapidana dan tahanan dikumpulkan di halaman saat terjadi kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMONarapidana dan tahanan dikumpulkan di halaman saat terjadi kebakaran di Rumah Tahanan Donggala, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018) pasca kerusuhan tahanan. Kerusuhan dipicu permintaan narapidana dan tahanan dibebaskan untuk menemui keluarga yang terkena musibah gempa tidak dipenuhi. Sekitar 100 tahanan dikabarkan melarikan diri.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah tengah menyelidiki kasus kebakaran Rumah Tahanan Kelas II B Donggala, Sulawesi Tengah.

Kebakaran terjadi beberapa jam setelah bencana gempa bumi dan tsunami mengguncang Donggala, Sabtu (30/9/2018).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto, di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta Selatan, Senin (1/10/2018).

Baca juga: Sebelum Kebakaran di Rutan Donggala, Warga Binaan Sudah Diizinkan Keluar


"Faktanya memang ada kebakaran di sana, tetapi sampai sekarang Direktorat Kriminal Umum Polda Sulteng sedang melakukan penyelidikan," kata dia.

Setyo menambahkan bahwa tim Laboratorium Forensik (Labfor) sudah turun ke lapangan untuk menyelidiki sumber api.

"Tim dari Labfor sudah melakukan pengecekan ke sana, sumber-sumber api, apa yang menjadikan terjadinya kebakaran tersebut," ujarnya.

Baca juga: Pengungsi di Perbukitan Donggala Hanya Makan Pisang, Ubi, dan Pepaya

Sebelumnya, para narapidana dan tahanan di Rutan Donggala dikatakan tidak sabar untuk keluar dari rutan agar dapat menemui keluarga mereka setelah bencana terjadi.

Kemudian, setelah kebakaran tersebut terjadi sebanyak 1.425 warga binaan tidak di tempat.

Total warga binaan di rumah tahanan dan lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah sebanyak 3.220 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X