Partai Berkarya Gelar Nonton Bareng G30S/PKI

Kompas.com - 30/09/2018, 21:30 WIB
Gambar film Penghianatan G30S/PKI yang tayang tahun 1984 di seluruh Indonesia. Youtube/dhanzzprojectGambar film Penghianatan G30S/PKI yang tayang tahun 1984 di seluruh Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Berkarya yang berisikan para sejumlah anggota keluarga Presiden kedua RI Soeharto menggelar acara nonton bareng film Pemberontakan G30S/PKI.

Acara berlangsung di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi, alis Titiek Soeharto, menyatakan, partainya menggelar acara menonton bersama film tersebut agar masyarakat tidak melupakan sejarah.

"Jadi tujuannya adalah agar kita tidak melupakan tragedi G30S/PKI tahun 1965 tentang pengkhianatan dan kekejaman yang dilakukan PKI terhadap jenderal-jenderal," kata putri kedua Soeharto itu di Pusat Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta, Minggu (30/9/2018).

Baca juga: Film Pengkhianatan G30S/PKI, Karya Seni yang Dianggap Meneror Satu Generasi

Ia menambahkan, partainya sengaja memilih memutar versi lengkap film ini yang berlangsung selama 4 jam.

Ia berharap dengan memutar versi lengkap film tersebut masyarakat benar-benar memahami apa yang terjadi pada 30 September 1965.

Saat ditanya adanya sejumlah pihak yang mengkritik film tersebut lantaran dinilai politis, Titiek tak memedulikannya.

Baca juga: Gerindra Perintahkan Kader di Daerah Gelar Nobar Film G30S/PKI

"Banyaknya itu berapa banyak sih (yang mengkritik)? Kan ada beberapa orang ya kalau mayoritasnya korban yang lebih banyak adalah korban PKI, bukannya PKI sendiri. Saya rasa kami jalan aja terus dengan sejarah yang memang terjadi di negara ini," ucap Titiek.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Itu Bukan Kasus Korupsi, tapi TUN

Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas: Itu Bukan Kasus Korupsi, tapi TUN

Nasional
KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

KontraS Kecam Pengangkatan Eks Tim Mawar Jadi Pejabat Kemenhan

Nasional
Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Hanya Pecinta Sejati yang Mampu Bertahan

Nasional
Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

Cerita Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo, Dikejar Suster karena Takut Tes Swab

Nasional
Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

Sebaran Penambahan 4.494 Kasus Covid-19, Terbanyak di DKI Jakarta

Nasional
Baleg DPR: Sanksi Pidana Tak Dibahas dalam Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Baleg DPR: Sanksi Pidana Tak Dibahas dalam Klaster Ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja

Nasional
Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Ini Ujian, KPK Bukan Tempat Santai

Sejumlah Pegawai Mundur, Pimpinan KPK: Ini Ujian, KPK Bukan Tempat Santai

Nasional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 September 2020

Nasional
Imbas Mundurnya Sejumlah Pegawai, Pimpinan KPK Akan Evaluasi Sistem Kepegawaian KPK

Imbas Mundurnya Sejumlah Pegawai, Pimpinan KPK Akan Evaluasi Sistem Kepegawaian KPK

Nasional
Hingga 26 September, Pemerintah Telah Periksa 3.169.783 Spesimen Terkait Covid-19

Hingga 26 September, Pemerintah Telah Periksa 3.169.783 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 26 September: Ada 119.379 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 26 September: Ada 119.379 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 26 September: Ada 61.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: Ada 61.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Bertambah 3.207, Kini Ada 199.403 Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Indonesia

UPDATE 26 September: Bertambah 3.207, Kini Ada 199.403 Orang yang Sembuh dari Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 26 September: Tambah 90 Orang, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 10.308

UPDATE 26 September: Tambah 90 Orang, Pasien Meninggal akibat Covid-19 Jadi 10.308

Nasional
Pemerintah Sebut Pesangon PHK Beratkan Pengusaha, Minta Aturan di RUU Cipta Kerja Diubah

Pemerintah Sebut Pesangon PHK Beratkan Pengusaha, Minta Aturan di RUU Cipta Kerja Diubah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X