Ratusan Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala Masih Butuh Bantuan

Kompas.com - 29/09/2018, 20:10 WIB
Sejumlah korban gempa  tergeletak di depan RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018). ANTARA FOTO/Rolex MalahaSejumlah korban gempa tergeletak di depan RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), memakan korban jiwa, sekaligus mengakibatkan sejumlah kerusakan.

Menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal di Kota Palu mencapai 384 orang. Selain itu, 29 orang dilaporkan hilang dan 540 orang luka berat.

Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah lantaran proses evakuasi masih terus dilakukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, saat ini masyarakat yang terdampak gempa dan tsunami masih terus membutuhkan bantuan.

Baca juga: BNPB Minta Rp 560 Miliar untuk Penanganan Gempa Sulteng, Sri Mulyani Langsung Proses

"Kondisi saat ini masyarakat masih terus membutuhkan bantuan," kata Sutopo di kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat terdampak antara lain BBM, air minum, obat-obatan, tenaga medis, tenda pengungsi, bahan makanan, alat penerangan, genset, kain kafan, dan kantong mayat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, masih diperlukan pula tenda, terpal, selimut, makanan bayi dan anak, alat berat, tim SAR, hingga perbaikan listrik dan jalur komunikasi.

Supaya bantuan yang disampaikan mencukupi, BNPB mendorong kabupaten/kota di sekitar Palu dan Donggala, juga provinsi dan nasional, untuk mengerahkan bantuan.

"Sampai saat ini kita melihat potensi bantuan nasional masih mencukupi, mengatasi dampak di Palu dan Donggala," ujar Sutopo.

Meski bantuan telah dikerahkan sejak Jumat malam, namun, kata Sutopo, belum seluruh wilayah terdampak mendapatkan saluran bantuan karena akses yang terputus akibat gempa.

"Bantuan diarahkan ke Donggala dan Palu. Perlu waktu untuk menjangkau daerah-daerah sepert ini walaupun seluruh tenaga dikerahkan," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.